featured Slider

Tampilkan postingan dengan label kalimantan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kalimantan. Tampilkan semua postingan

Sultan Agung Terus Dikebut

Irau Rayeh Lundayeh

Garuda Tunda Penerbangan Karena Asap Banjarbaru

Limbah Pabrik Minyak Cemari Warga Sintang Kalteng

Jumlah Titik Api Meningkat di Kalimantan

Bupati Kukuhkan 31 Paskibraka Sintang

Menjaga Eksistensi Tarian Daerah

Khairul Saleh Bertekad Bangun Kereta Api

Sultan Agung Terus Dikebut
KALIMANTAN VIEW  - Peningkatan Jalan Sultan Agung yang merupakan jalur utama keluar dan masuk Kota Tanjung Redeb terus dikebut. Dari progres pekerjaan yang dilakukan, pembangunan jalan dengan sistem cor beton atau rigid pavement ini sudah mencapai lebih kurang 48 persen.
Hal itu dikatakan Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Berau Kalimantan Utara Hefni Rusnan kepada media ini beberapa waktu lalu.
Peningkatan jalan ringroad tersebut, kata dia, terus dikebut. Pihaknya menargetkan pekerjaan selesai sebelum batas waktu akhir kontrak pada 2015 mendatang. Bahkan, target untuk memuluskan badan jalan dengan cor beton diupayakan bisa tuntas hingga akhir tahun ini.
Untuk itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan PT Adhi Karya selaku kontraktor pelaksana peningkatan jalan tersebut.
“Kalau dari progres pekerjaan sudah mencapai 48 persen, usai lebaran ini terus dikebut,” jelasnya.
Peningkatan jalan ringroad yang terkoneksi dengan Jalan Raja Alam yang juga ditingkatkan dengan rigid pavement, jelas Hefni, juga mengharuskan melakukan pemotongan beberapa bukit yang dilintasi. Pemotongan ini untuk mengurangi ketinggian di masing-masing bukit. Proses pemotongan bukit sudah selesai dan masih dalam tahap pematangan badan jalan untuk selanjutnya dilakukan pengecoran pondasi.
Pemotongan bukit tidak bisa dilakukan sekaligus, namun bertahap. Begitu juga dengan pengecoron badan jalan juga harus dilakukan bertahap karena meskipun dalam proses pengerjaan, Jalan Sultan Agung tetap dibuka untuk kendaraan umum.
“Pemotongan bukit sudah selesai, dan sedang dilakukan pengecoron, namun harus bertahap karena jalannya tetap dibuka untuk lalu lintas umum,” ungkapnya.
Disinggung soal kesiapan menghadapi Hari Jadi Berau yang salah satu kegiatannya dipusatkan di Pasar Sanggam Adji Dillayas pada September mendatang? Hefni mengatakan, pihaknya berupaya maksimal untuk dapat memuluskan jalan tersebut secepatnya agar dapat dilintas kendaraa pengunjung Berau Expo nantinya.
Meskipun belum seluruh badan jalan dicor, namun jalan utama itu masih bisa dilintasi dengan nyaman. “Kita sudah koordinasikan ke pelaksana kegiatan, meskipun belum semua dicor, kondisi jalan tetap harus jadi perhatian, terutama bagi warga yang berkunjung ke Berau Expo melalui JalanSultan Agung,” tandas Hefni.

Irau Rayeh Lundayeh
KALIMANTAN VIEW  -  Semangat kebersamaan dan gotong royong yang di sebagian masyarakat Indonesia sudah luntur  karena pengaruh modernisasi sehingga sikap individualistis yang muncul, justru terasa kental dan nyata disuguhkan masyarakat Dayak Lundayeh saat menggelar pesta Irau Rayeh Lundayeh.
Masyarakat Dayak Lundayeh dari 21 desa se-Kecamatan Krayan termasuk perwakilan Residen Lundayeh, Serawak, Malaysia berkumpul di Long Bawan bahu membahu bergotong royong dalam semangat kebersamaan untuk mensukseskan acara tiap tahunan tersebut.
“Semangat itu hendaknya terus dipelihara dan dirawat serta diharapkan bisa menjadi inspirasi seluruh elemen masyarakat khususnya Kalimantan Utara karena dengan kekompakan, gotong royong dan kebersamaan percepatan pembangunan bisa dilakukan agar bisa mencapai tujuan yang dicita-citakan bersama,” ungkap Penjabat Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie saat membuka Irau Rayeh Lundayeh di Long Bawan, Krayan, Nunukan.
Hadir dalam pembukaan pesta rakyat yang berlangsung mulai 5-9 Agustus tadi, Bupati Nunukan Drs H Basri, Bupati Malinau yang juga Ketua Persekutuan Dayak Lundayeh Kalimantan Timur (PDLKT) Dr Yansen TP, Sekdaprov Kaltara Drs H Badrun, Asisten II Bidang Ekonomi dan Kesra Setprov Kaltara Ir Syaiful Herman beserta jajaran serta budayawan Slamet Rahardjo.
“Saya pertama datang ke sini tahun 1986 sebagai staf Bappeda Kaltim dan sebagai Penjabat Gubernur baru pertama kali datang ke sini lagi. Saya merasa terharu, gembira dan bangga karena disambut dengan ramah tamah. Terlebih semangat gotong royong dan kebersamaan warga yang rela tidak dibayar untuk kesuksesan kegiatan sudah sangat jarang kita jumpai lagi. Selain itu tentunya yang membanggakan adalah masyarakatnya yang agamis dan selalu menghargai pendatang. Nilai-nilai luhur yang ada ini harus selalu dipelihara dan dirawat,”ujarnya.
Kegiatan Irau sendiri terdiri dari berbagai kegiatan mulai pameran yang menampilkan kerajinan tradisional hingga kuliner khas warga Lundayeh dengan bahan makanan dan bumbu organik, tarian hingga prosesi upacara pernikahan adat, pertandingan sepakbola yang dibuka langsung Pj Gubernur dan olahraga trasional, hiburan rakyat serta pelaksanaan ibadah dan seminar.
Dalam kegiatan yang sebelumnya ditangani pihak kecamatan dan mulai tahun ini merupakan kegiatan Pemerintah Kabupaten Nunukan, Penjabat Gubernur memberikan sumbangan berupa lima ekor kerbau.
“Dengan menjadi kegiatan Kabupaten Nunukan, ini kemajuan bagus karena konsekuensinya akan dimasukan dalam APBD sehingga jangkauan dan cakupannya menjadi lebih luas,”ujarnya.
Selain itu, lanjut Irianto, kedepan Pemprov Kaltara bersama Pemkab Nunukan akan berkolaborasi agar even tersebut menjadi kegiatan provinsi dimana kekayaan budaya yang ada tidak hanya bisa dinikmati masyarakat Kaltara tetapi juga nasional dan internasional lewat promosi dan publikasi yang optimal. Selain itu kebudayaan yang ada akan dipromosikan lewat forum dan even-even seperti pekan budaya tingkat regional dan internasional. 
“Even Irau tidak hanya merupakan kekayaan khasanah budaya bagi masyarakat Kaltara khususnya Nunukan dan warga Krayan tetapi merupakan budaya nasional yang harus diekpos dan dipromosikan secara optimal,”ujarnya.
Meskipun budaya dan suku di Indonesia banyak, namun lanjut Irianto adat istiadat dan budaya yang tersebar di Kaltara banyak yang unik. Salah satunya adat Dayak Lundayeh dimana ada tarian dengan budaya bahasa bertutur dengan nyanyian.
Selain itu subkultur tiap desa meski dalam satu suku besar Lundayeh memiliki perbedaan dalam bahasa dan adat istiadat yang kini kian langka.
Karena itu, lanjut Irianto pihaknya menggandeng Perguruan Tinggi terkemuka yang telah memiliki kerjasama dengan Pemprov Kaltara dan memiliki Fakultas Sastra dan Antropologi akan melakukan kajian ilmiah mengenai sejarah, riwayat suku-suku, budaya dan adat istiadat khususnya yang kian langka yang berada di Kaltara.
“Hasil kajian akan dipublikasikan lewat web resmi Pemprov Kaltara dan media lainnya. Dengan demikian wisatawan domestik dan mancanegara akan tertarik untuk berkunjung ke Kaltara. Selain itu promosi dengan metode modern akan dilakukan dan pembenahan-pembenahan lain seperti perlu adanya koreografer untuk tarian massal yang sudah bagus agar lebih dinamis dan enak serta menghibur penonton,”ujarnya.
Garuda Tunda Penerbangan Karena Asap Banjarbaru
KALIMANTANVIEW.com - Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-321 tujuan Banjarmasin-Jakarta terpaksa tidak bisa terbang tepat waktu karena kondisi cuaca buruk akibat kabut asap tebal yang menyelimuti landasan bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru Kalimantan Selatan.
Keterlambatan pesawat garuda untuk terbang ke Jakarta secara resmi diinformasikan pihak bandara lewat pengeras suara. Tidak bisa dipastikan hingga jam berapa pesawat akan diterbangkan.
Para penumpangpun dengan sabar menunggu di ruang keberangkatan. Mereka ada yang memilih tidur, bermain game di ponsel, dan ada juga yang langsung menelpon keluarga untuk memberitahukan keterlambatan berangkat.

Delaynya keberangkayan pesawat Garuda tersebut kemungkinan akan berpengaruh pada keberangkatan jadwal penerbangan lainnya. Tidak hanya itu, beberapa siswi Madrasah Hidayatullah Jalan Pangeran Hidayatullah, Martapura, Selasa pagi (16/9)tumbang karena tak kuasa menahan asap yang mengganggu pernapasannya.(ysf)
Limbah Pabrik Minyak Cemari Warga Sintang Kalteng
KALIMANTANVIEW.com - Sejumlah warga mendatangi Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT Sintang Argo Mandiri untuk meminta pertanggungjawaban pihak perusahaan terkait pembuangan limbah ke sungai Kapuas Kalimantan Tengah (Kalteng).
Asdi, salah satu warga yang ikut dalam aksi tersebut mengatakan kedatangan warga ke perusahaan dikarenakan air limbah perusahaan yang mengalir ke sungai kapuas yang mengakibatkan pencemaran air sungai. "Coba lihat air ini, warnanya sudah menghitam dan banyak ikan mati karna pencemaran, kata Asdi. Dia menambahkan, aliran limbah terlihat jelas sekali menuju ke sungai Kapuas yang bisa dilihat saat memasuk ke perusahaan terebut.
“sudah sejak lama warga mencurigai adanya pencemaran air sungai. Kecurigaan itu semakin besar karena ada warga merasa sulit sekali mendapatkan ikan bahkan ada juga warga yang terkena penyakit kulit,” tambahnya.
Yang datang saat itu tidak bukan hanya warga sekitar perusahaan, tapi seluruh warga yang menggunakan air sungai kapuas untuk keperluan sehari-hari.” Susahnya mandapatkan ikan sampai warga yang terserang penyakit kulit jelas mengganggu kami, bagaimana tidak, sungai kapuas itu, sungai kebutuhan kami," jelasnya.

.
Jumlah Titik Api Meningkat di Kalimantan
KALIMANTANVIEW.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)menyatakan, titik api di sejumlah wilayah di Indonesia mengalami peningkatan terutama di Kalimantan dan Sumatera. Berdasarkan pantauan satelit, wilayah Kalimantan kondisi titik api-nya membara, Kalimantan Tengah 630 titik, Kalimantan Barat 260 titik, Kalimantan Selatan 74 titik.
Kebakaran hutan di Indonesia sudah menjadi masalah rutin yang dialami tiap tahun, Aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Zenzi Suhadi menyatakan, upaya penegakan hukum oleh pemerintah masih jauh dari harapan, terutama dalam menindak perusahaan yang terlibat.
“Dalam kurun waktu 2007 hingga 2011, Kementerian Kehutanan telah menerbitkan izin ke berbagai sektor hingga 14 juta hektar, namun penegakan hukum dalam periode 2009 hingga 2013 hanya menjangkau 17.000 hektar, katanya.
Dia menjelaskan, pihaknya belum melihat satupun dari mereka yang izinnya dicabut dan baru satu perusahaan yang divonis oleh hakim. Walhi menuntut pemerintah untuk tegas memeriksa izin pengelolaan hutan yang dimiliki perusahaan yang mempunyai titik api pada konsesi hutannya. Hal lainnya, perlindungan hak komunitas dan akses perlindungan hutan oleh rakyat juga harus dikembalikan agar warga dilibatkan dalam perlindungan hutan.

Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) memaparkan Klik polusi udara Singapura naik ke tingkat yang tidak sehat dikarenakan asap kebakaran hutan di Indonesia dan perubahan arah angin, sehingga pemandangan di Singapura, Senin lalu (15/09), tampak cukup berkabut.(ysf)
Bupati Kukuhkan 31 Paskibraka Sintang
Bupati Sintang Milton Crosby
KALIMANTANVIEW .com - Bupati Sintang, Kalimantan Barat, Milton Crosby mengukuhkan sebanyak 31 anggota paskibraka Kabupaten Sintang di Gedung Pancasila pada Rabu, 13 Agustus 2014.
31 pelajar terpilih ini berasal dari berbagai sekolah tingkat atas, seperti SMA, SMK, MAN baik negeri maupun swasta. Pengukuhan yang disaksikan langsung oleh anggota Forkopinda, para orang tua siswa serta kepala SKPD ini dipersiapkan untuk rangkaian kegiatan pengibaran serta penurunan bendera merah putih pada Minggu,  17 Agustus 2014 nanti.
Bupati Sintang dalam sambutannya berpesan agar pengukuhan ini jangan diartikan sebagai acara seremonial belaka. ” Pengukuhan ini harus dihayati dan direnungkan agar bermakna untuk menanamkan dan menumbuhkembangkan jiwa dan nasionalisme kalian” pesannya.
Menurut Bupati Sintang salah satu indikator kesuksesan dalam setiap peringatan detik-detik proklamasi 17 Agustus adalah kesiapan, kesigapan dan kecermatan anggota paskibraka. Apabila paskibraka sukses menjalankan tugasnya, maka hal tersebut akan menambah kekidmatan prosesi perayaan hari kemerdekaan kita.
“pada peringatan hari kemerdekaan yang ke 69 Tahun 2014 ini, giliran adik-adik yang menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah tersebut. Setelah melalui program latihan yang cukup berat, pada hari ini adik-adik secara resmi telah dikukuhkan sebagai anggota paskibraka Kabupaten Sintang Tahun 2014”jelas Bupati Sintang.
“saya berharap kalian dapat merespon kepercayaan dan kehormatan ini dengan sebaik-baiknya. Karena tidak semua pelajar mendapatkan kesempatan untuk mengemban misi mulia ini. Jadikan latihan selama ini untuk mengembangkan diri dan melangkah ke depan untuk menjadi putra-putri terbaik bangsa” harap Bupati Sintang
Menjaga Eksistensi  Tarian Daerah
KALIMANTANVIEW .com -Provinsi Kalimantan Selatan, termasuk Kabupaten Banjar, banyak memiliki ragam seni tari,  baik tarian tradisional maupun tarian modern. Pemerintah setempat, melalui Disbudparpora Kabupaten Banjar  berusaha menjaga dan mengembangkan tarian khas daerah  ini agar tidak hilang tergerus oleh zaman.
Untuk melestarikan aset budaya tersebut, Selasa (20/8) kemarin, Disbudparpora Kabupaten Banjar mengadakan Festival Tari Daerah Kreasi Banjar. Acara yang dihelat  di Aula Disbudparpora Kabupaten Banjar  itu  bertujuan sebagai sarana memfasilitasi festival atau even budaya, serta bentuk pembinaan kepada sanggar-sanggar seni tari Banjar yang masih eksis di Kabupaten Banjar. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar Ir.H.Nasrunsyah MP serta ketua panitia pelaksana Milad Kesultanan Banjar Drs.H. Khairil Anwar M,MM.
Pesertanya yang mengikuti perlombaan tari ini pun beragam yang terdiri dari 10 group sanggar tari kreasi se Kabupaten Banjar, 5 group dari tingkat SD/MI se Kabupaten Banjar, serta 5 group dari tingkat SLTP/ SLTA sederajad. Kali ini Disbudparpora Kabupaten Banjar menghadirkan juri berkompoten di bidangnya dari sanggar Budaya Provinsi Kalsel dan Seniman/Budayawan Kabupaten Banjar.
Dalam laporannya ketua panitia Festival Tari Daerah Kreasi Banjar Drs H Abdul Gani Fauzi  MM mengatakan bahwa hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah sebagai penyemarak peringatan hari proklamasi kemerdekaan ke 69 tahun dan hari jadi Kabupaten Banjar yang 64 tahun,serta sebagai sarana penyelenggaraan Festival Budaya Daerah dalam bentuk pembinaan sanggar-sanggar seni tari yang masih eksis di Kabupaten Banjar.
Sekda Kabupaten Banjar Ir.H.Nasrunsyah MP juga memberikan dukungan penuh dan apresiasinya dengan terselenggaranya kegiatan ini. “Pemerintah Kabupaten Banjar sangat senang karena tiap tahunnya dapat menyelenggarakan kegiatan festival tari ini,” terang Nasrunsyah.
Karenanya tambah Nasrunsyah, ia berharap dengan diadakannya kegiatan ini akan lebih menarik minat sekolah-sekolah atau sanggar-sanggar dalam hal lebih mengembangkan dan mempelajari kesenian daerah khususnya seni tari kreasi banjar ini.
“Dengan melestarikan kesenian banjar ini juga di harapkan menarik wisatawan domestik dan wisatawan asing yang sekarang ini mulai menaruh minat yang tinggi pada kesenian-kesenian daerah,” pungkasnya. (hum/mrr)

Khairul Saleh Bertekad Bangun  Kereta Api
KALIMANTANVIEW.com - Potensi kekayaan Banua yang luar biasa menjadi lokomotif besar bagi pembangunan peningkatan infrastruktur di Kalimantan Selatan, terutama pembangunan transportasi murah, cepat dan aman  seperti penyediaan angkutan  kereta api.
                “ Melihat potensi kekayaan alam Banua Kalsel yang  luar biasa dan dalam rangka percepatan pembangunan perekonomian daerah,  kedepan Kalsel perlu pembangunan transportasi kereta api mengubungkan

antar kabupaten/kota bahkan lintas provinsi,” ucap Bupati Banjar Sultan H Khairul Saleh saat diminta tanggapan terkait visi pembangunan strategis sebagai kandidat kuat Calon Gubernur Kalsel 2015-2020.
                Dikatakan H Khairul Saleh, sudah saatnya Kalimantan Selatan memiliki sarana transportasi kereta api untuk mengurai kemacetan lalu lintas yang mulai tinggi. Untuk merealisasikan diperlukan tekad dan kerja keras  penuh kesungguhan serta dukungan semua kalangan.
                “Insya Allah jika nantinya jika diberikan amanah   masyarakat menjadi Gubernur Kalsel pada periode mendatang, target saya dalam dua tahun akan membangun transportasi kereta api Banjarmasin– Martapura, bahkan nantinya bisa antar kabupaten sampai Trans Kalimantan,” paparnya.
                 Ketua Alumni Sarjana Teknik Unlam Banjarmasin ini  optimistis,  pembangunan transportasi  kereta api tersebut bisa diwujudkan mengingat potensi alam yang telah tersedia. Menurutnya, ketersediaan angkutan kereta api tidak hanya membantu akses cepat transportasi masyarakat,  mengurangi kepadatan lalu lintas di perkotaan,   tetapi  berdampak  multi efek bagi percepatan pembangunan perekonomian daerah di Kalimantan Selatan bahkan regional Kalimantan.
                Saat disingggung mengenai modal investasi, Khairul Saleh mengatakan bisa melalui sistem investasi pihak ketiga. Semua akan ada nota kesepahaman yang jelas, rinci dan transparan. Dan dirinya yakin investor akan berminat menginvestasikan modalnya untuk pembangunan transportasi kereta api kebutuhan sarana strategis bagi masyarakat.
                Berdasarkan catatan harian ini, sosok H Khairul Saleh adalah seorang kepala daerah yang ulet, cerdas dan memiliki semangat besar membangun daerah. Terbukti dari mimpi-mimpi besarnya memajukan Kabupaten Banjar.          Seperti berhasilnya daerah ini meraih Adipura Kencana 2014. Padahal untuk mendapatkan penghargaan nasional tertinggi di bidang kebersihan lingkungan itu, bagi sejumlah daerah memerlukan waktu lima sampai delapan kali mendapatkan Adipura setelah sebelumnya harus meraih Sertifikat Best Efort.
                Berbeda dengan Kabupaten Banjar sebagai pelopor Adipura Kencana di Bumi Kalimantan, meraih  prestasi tersebut  memerlukan waktu hanya tiga tahun setelah dua kali  meraih Adipura, di tahun 2012 dan 2013.  Mimpi besar Khairul Saleh yang kedua yang berhasil diwujudkan adalah  keberhasilan meraih Predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) di bidang pengelolaah daerah dari BPK RI Perwakilan Kalsel untuk tahun anggaran 2013.
                “Semua tidak ada  yang mustahil untuk bisa diwujudkan sepanjang didasari  ikhtiar dan tekad kuat serta dukungan seluruh  masyarakat, Insya Allah semua bisa kita kerjakan dan terwujud apa yang dicita-citakan,” ucap Khairul Saleh.(s4g4)

Instagram