featured Slider

Tampilkan postingan dengan label kalimantan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kalimantan. Tampilkan semua postingan

Sultan Agung Terus Dikebut

Irau Rayeh Lundayeh

Garuda Tunda Penerbangan Karena Asap Banjarbaru

Limbah Pabrik Minyak Cemari Warga Sintang Kalteng

Jumlah Titik Api Meningkat di Kalimantan

Bupati Kukuhkan 31 Paskibraka Sintang

Menjaga Eksistensi Tarian Daerah

Khairul Saleh Bertekad Bangun Kereta Api

Kaltim - Meningkatkan angka kunjungan wisatawan

Rencana Umum Tata Ruang KAL - BAR

Makanan Kadaluarsa Ditemukan di Pasar Sukaramai

KAMMI Tuntut Pemkot Banjarbaru Tutup Karaoke

PATEN Terbukti Membantu Masyarakat

DISNAKERTRANS: Keselamatan dan Kesehatan Pekerja Sangat penting

Festival Karya Tari Daerah Kalimantan Selatan 2014 Akan Di Gelar

PKL atau Apkli Kalimantan Tengah Dukung Prabowo - Hatta

Jelang Ramadhan Sebagian Harga Sembako Naik Di Pontianak

Pemprov Kalimantan Timur Tanam Padi Serentak Untuk Mengurangi Gangguan Hama

Pemkot Banjarmasin dan Pemkot Surabaya Menjalin Kerjasama

Lindungi keluarga dan orang tersayang dari bahaya rokok

Sultan Agung Terus Dikebut
KALIMANTAN VIEW  - Peningkatan Jalan Sultan Agung yang merupakan jalur utama keluar dan masuk Kota Tanjung Redeb terus dikebut. Dari progres pekerjaan yang dilakukan, pembangunan jalan dengan sistem cor beton atau rigid pavement ini sudah mencapai lebih kurang 48 persen.
Hal itu dikatakan Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Berau Kalimantan Utara Hefni Rusnan kepada media ini beberapa waktu lalu.
Peningkatan jalan ringroad tersebut, kata dia, terus dikebut. Pihaknya menargetkan pekerjaan selesai sebelum batas waktu akhir kontrak pada 2015 mendatang. Bahkan, target untuk memuluskan badan jalan dengan cor beton diupayakan bisa tuntas hingga akhir tahun ini.
Untuk itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan PT Adhi Karya selaku kontraktor pelaksana peningkatan jalan tersebut.
“Kalau dari progres pekerjaan sudah mencapai 48 persen, usai lebaran ini terus dikebut,” jelasnya.
Peningkatan jalan ringroad yang terkoneksi dengan Jalan Raja Alam yang juga ditingkatkan dengan rigid pavement, jelas Hefni, juga mengharuskan melakukan pemotongan beberapa bukit yang dilintasi. Pemotongan ini untuk mengurangi ketinggian di masing-masing bukit. Proses pemotongan bukit sudah selesai dan masih dalam tahap pematangan badan jalan untuk selanjutnya dilakukan pengecoran pondasi.
Pemotongan bukit tidak bisa dilakukan sekaligus, namun bertahap. Begitu juga dengan pengecoron badan jalan juga harus dilakukan bertahap karena meskipun dalam proses pengerjaan, Jalan Sultan Agung tetap dibuka untuk kendaraan umum.
“Pemotongan bukit sudah selesai, dan sedang dilakukan pengecoron, namun harus bertahap karena jalannya tetap dibuka untuk lalu lintas umum,” ungkapnya.
Disinggung soal kesiapan menghadapi Hari Jadi Berau yang salah satu kegiatannya dipusatkan di Pasar Sanggam Adji Dillayas pada September mendatang? Hefni mengatakan, pihaknya berupaya maksimal untuk dapat memuluskan jalan tersebut secepatnya agar dapat dilintas kendaraa pengunjung Berau Expo nantinya.
Meskipun belum seluruh badan jalan dicor, namun jalan utama itu masih bisa dilintasi dengan nyaman. “Kita sudah koordinasikan ke pelaksana kegiatan, meskipun belum semua dicor, kondisi jalan tetap harus jadi perhatian, terutama bagi warga yang berkunjung ke Berau Expo melalui JalanSultan Agung,” tandas Hefni.

Irau Rayeh Lundayeh
KALIMANTAN VIEW  -  Semangat kebersamaan dan gotong royong yang di sebagian masyarakat Indonesia sudah luntur  karena pengaruh modernisasi sehingga sikap individualistis yang muncul, justru terasa kental dan nyata disuguhkan masyarakat Dayak Lundayeh saat menggelar pesta Irau Rayeh Lundayeh.
Masyarakat Dayak Lundayeh dari 21 desa se-Kecamatan Krayan termasuk perwakilan Residen Lundayeh, Serawak, Malaysia berkumpul di Long Bawan bahu membahu bergotong royong dalam semangat kebersamaan untuk mensukseskan acara tiap tahunan tersebut.
“Semangat itu hendaknya terus dipelihara dan dirawat serta diharapkan bisa menjadi inspirasi seluruh elemen masyarakat khususnya Kalimantan Utara karena dengan kekompakan, gotong royong dan kebersamaan percepatan pembangunan bisa dilakukan agar bisa mencapai tujuan yang dicita-citakan bersama,” ungkap Penjabat Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie saat membuka Irau Rayeh Lundayeh di Long Bawan, Krayan, Nunukan.
Hadir dalam pembukaan pesta rakyat yang berlangsung mulai 5-9 Agustus tadi, Bupati Nunukan Drs H Basri, Bupati Malinau yang juga Ketua Persekutuan Dayak Lundayeh Kalimantan Timur (PDLKT) Dr Yansen TP, Sekdaprov Kaltara Drs H Badrun, Asisten II Bidang Ekonomi dan Kesra Setprov Kaltara Ir Syaiful Herman beserta jajaran serta budayawan Slamet Rahardjo.
“Saya pertama datang ke sini tahun 1986 sebagai staf Bappeda Kaltim dan sebagai Penjabat Gubernur baru pertama kali datang ke sini lagi. Saya merasa terharu, gembira dan bangga karena disambut dengan ramah tamah. Terlebih semangat gotong royong dan kebersamaan warga yang rela tidak dibayar untuk kesuksesan kegiatan sudah sangat jarang kita jumpai lagi. Selain itu tentunya yang membanggakan adalah masyarakatnya yang agamis dan selalu menghargai pendatang. Nilai-nilai luhur yang ada ini harus selalu dipelihara dan dirawat,”ujarnya.
Kegiatan Irau sendiri terdiri dari berbagai kegiatan mulai pameran yang menampilkan kerajinan tradisional hingga kuliner khas warga Lundayeh dengan bahan makanan dan bumbu organik, tarian hingga prosesi upacara pernikahan adat, pertandingan sepakbola yang dibuka langsung Pj Gubernur dan olahraga trasional, hiburan rakyat serta pelaksanaan ibadah dan seminar.
Dalam kegiatan yang sebelumnya ditangani pihak kecamatan dan mulai tahun ini merupakan kegiatan Pemerintah Kabupaten Nunukan, Penjabat Gubernur memberikan sumbangan berupa lima ekor kerbau.
“Dengan menjadi kegiatan Kabupaten Nunukan, ini kemajuan bagus karena konsekuensinya akan dimasukan dalam APBD sehingga jangkauan dan cakupannya menjadi lebih luas,”ujarnya.
Selain itu, lanjut Irianto, kedepan Pemprov Kaltara bersama Pemkab Nunukan akan berkolaborasi agar even tersebut menjadi kegiatan provinsi dimana kekayaan budaya yang ada tidak hanya bisa dinikmati masyarakat Kaltara tetapi juga nasional dan internasional lewat promosi dan publikasi yang optimal. Selain itu kebudayaan yang ada akan dipromosikan lewat forum dan even-even seperti pekan budaya tingkat regional dan internasional. 
“Even Irau tidak hanya merupakan kekayaan khasanah budaya bagi masyarakat Kaltara khususnya Nunukan dan warga Krayan tetapi merupakan budaya nasional yang harus diekpos dan dipromosikan secara optimal,”ujarnya.
Meskipun budaya dan suku di Indonesia banyak, namun lanjut Irianto adat istiadat dan budaya yang tersebar di Kaltara banyak yang unik. Salah satunya adat Dayak Lundayeh dimana ada tarian dengan budaya bahasa bertutur dengan nyanyian.
Selain itu subkultur tiap desa meski dalam satu suku besar Lundayeh memiliki perbedaan dalam bahasa dan adat istiadat yang kini kian langka.
Karena itu, lanjut Irianto pihaknya menggandeng Perguruan Tinggi terkemuka yang telah memiliki kerjasama dengan Pemprov Kaltara dan memiliki Fakultas Sastra dan Antropologi akan melakukan kajian ilmiah mengenai sejarah, riwayat suku-suku, budaya dan adat istiadat khususnya yang kian langka yang berada di Kaltara.
“Hasil kajian akan dipublikasikan lewat web resmi Pemprov Kaltara dan media lainnya. Dengan demikian wisatawan domestik dan mancanegara akan tertarik untuk berkunjung ke Kaltara. Selain itu promosi dengan metode modern akan dilakukan dan pembenahan-pembenahan lain seperti perlu adanya koreografer untuk tarian massal yang sudah bagus agar lebih dinamis dan enak serta menghibur penonton,”ujarnya.
Garuda Tunda Penerbangan Karena Asap Banjarbaru
KALIMANTANVIEW.com - Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-321 tujuan Banjarmasin-Jakarta terpaksa tidak bisa terbang tepat waktu karena kondisi cuaca buruk akibat kabut asap tebal yang menyelimuti landasan bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru Kalimantan Selatan.
Keterlambatan pesawat garuda untuk terbang ke Jakarta secara resmi diinformasikan pihak bandara lewat pengeras suara. Tidak bisa dipastikan hingga jam berapa pesawat akan diterbangkan.
Para penumpangpun dengan sabar menunggu di ruang keberangkatan. Mereka ada yang memilih tidur, bermain game di ponsel, dan ada juga yang langsung menelpon keluarga untuk memberitahukan keterlambatan berangkat.

Delaynya keberangkayan pesawat Garuda tersebut kemungkinan akan berpengaruh pada keberangkatan jadwal penerbangan lainnya. Tidak hanya itu, beberapa siswi Madrasah Hidayatullah Jalan Pangeran Hidayatullah, Martapura, Selasa pagi (16/9)tumbang karena tak kuasa menahan asap yang mengganggu pernapasannya.(ysf)
Limbah Pabrik Minyak Cemari Warga Sintang Kalteng
KALIMANTANVIEW.com - Sejumlah warga mendatangi Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT Sintang Argo Mandiri untuk meminta pertanggungjawaban pihak perusahaan terkait pembuangan limbah ke sungai Kapuas Kalimantan Tengah (Kalteng).
Asdi, salah satu warga yang ikut dalam aksi tersebut mengatakan kedatangan warga ke perusahaan dikarenakan air limbah perusahaan yang mengalir ke sungai kapuas yang mengakibatkan pencemaran air sungai. "Coba lihat air ini, warnanya sudah menghitam dan banyak ikan mati karna pencemaran, kata Asdi. Dia menambahkan, aliran limbah terlihat jelas sekali menuju ke sungai Kapuas yang bisa dilihat saat memasuk ke perusahaan terebut.
“sudah sejak lama warga mencurigai adanya pencemaran air sungai. Kecurigaan itu semakin besar karena ada warga merasa sulit sekali mendapatkan ikan bahkan ada juga warga yang terkena penyakit kulit,” tambahnya.
Yang datang saat itu tidak bukan hanya warga sekitar perusahaan, tapi seluruh warga yang menggunakan air sungai kapuas untuk keperluan sehari-hari.” Susahnya mandapatkan ikan sampai warga yang terserang penyakit kulit jelas mengganggu kami, bagaimana tidak, sungai kapuas itu, sungai kebutuhan kami," jelasnya.

.
Jumlah Titik Api Meningkat di Kalimantan
KALIMANTANVIEW.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)menyatakan, titik api di sejumlah wilayah di Indonesia mengalami peningkatan terutama di Kalimantan dan Sumatera. Berdasarkan pantauan satelit, wilayah Kalimantan kondisi titik api-nya membara, Kalimantan Tengah 630 titik, Kalimantan Barat 260 titik, Kalimantan Selatan 74 titik.
Kebakaran hutan di Indonesia sudah menjadi masalah rutin yang dialami tiap tahun, Aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Zenzi Suhadi menyatakan, upaya penegakan hukum oleh pemerintah masih jauh dari harapan, terutama dalam menindak perusahaan yang terlibat.
“Dalam kurun waktu 2007 hingga 2011, Kementerian Kehutanan telah menerbitkan izin ke berbagai sektor hingga 14 juta hektar, namun penegakan hukum dalam periode 2009 hingga 2013 hanya menjangkau 17.000 hektar, katanya.
Dia menjelaskan, pihaknya belum melihat satupun dari mereka yang izinnya dicabut dan baru satu perusahaan yang divonis oleh hakim. Walhi menuntut pemerintah untuk tegas memeriksa izin pengelolaan hutan yang dimiliki perusahaan yang mempunyai titik api pada konsesi hutannya. Hal lainnya, perlindungan hak komunitas dan akses perlindungan hutan oleh rakyat juga harus dikembalikan agar warga dilibatkan dalam perlindungan hutan.

Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) memaparkan Klik polusi udara Singapura naik ke tingkat yang tidak sehat dikarenakan asap kebakaran hutan di Indonesia dan perubahan arah angin, sehingga pemandangan di Singapura, Senin lalu (15/09), tampak cukup berkabut.(ysf)
Bupati Kukuhkan 31 Paskibraka Sintang
Bupati Sintang Milton Crosby
KALIMANTANVIEW .com - Bupati Sintang, Kalimantan Barat, Milton Crosby mengukuhkan sebanyak 31 anggota paskibraka Kabupaten Sintang di Gedung Pancasila pada Rabu, 13 Agustus 2014.
31 pelajar terpilih ini berasal dari berbagai sekolah tingkat atas, seperti SMA, SMK, MAN baik negeri maupun swasta. Pengukuhan yang disaksikan langsung oleh anggota Forkopinda, para orang tua siswa serta kepala SKPD ini dipersiapkan untuk rangkaian kegiatan pengibaran serta penurunan bendera merah putih pada Minggu,  17 Agustus 2014 nanti.
Bupati Sintang dalam sambutannya berpesan agar pengukuhan ini jangan diartikan sebagai acara seremonial belaka. ” Pengukuhan ini harus dihayati dan direnungkan agar bermakna untuk menanamkan dan menumbuhkembangkan jiwa dan nasionalisme kalian” pesannya.
Menurut Bupati Sintang salah satu indikator kesuksesan dalam setiap peringatan detik-detik proklamasi 17 Agustus adalah kesiapan, kesigapan dan kecermatan anggota paskibraka. Apabila paskibraka sukses menjalankan tugasnya, maka hal tersebut akan menambah kekidmatan prosesi perayaan hari kemerdekaan kita.
“pada peringatan hari kemerdekaan yang ke 69 Tahun 2014 ini, giliran adik-adik yang menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah tersebut. Setelah melalui program latihan yang cukup berat, pada hari ini adik-adik secara resmi telah dikukuhkan sebagai anggota paskibraka Kabupaten Sintang Tahun 2014”jelas Bupati Sintang.
“saya berharap kalian dapat merespon kepercayaan dan kehormatan ini dengan sebaik-baiknya. Karena tidak semua pelajar mendapatkan kesempatan untuk mengemban misi mulia ini. Jadikan latihan selama ini untuk mengembangkan diri dan melangkah ke depan untuk menjadi putra-putri terbaik bangsa” harap Bupati Sintang
Menjaga Eksistensi  Tarian Daerah
KALIMANTANVIEW .com -Provinsi Kalimantan Selatan, termasuk Kabupaten Banjar, banyak memiliki ragam seni tari,  baik tarian tradisional maupun tarian modern. Pemerintah setempat, melalui Disbudparpora Kabupaten Banjar  berusaha menjaga dan mengembangkan tarian khas daerah  ini agar tidak hilang tergerus oleh zaman.
Untuk melestarikan aset budaya tersebut, Selasa (20/8) kemarin, Disbudparpora Kabupaten Banjar mengadakan Festival Tari Daerah Kreasi Banjar. Acara yang dihelat  di Aula Disbudparpora Kabupaten Banjar  itu  bertujuan sebagai sarana memfasilitasi festival atau even budaya, serta bentuk pembinaan kepada sanggar-sanggar seni tari Banjar yang masih eksis di Kabupaten Banjar. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar Ir.H.Nasrunsyah MP serta ketua panitia pelaksana Milad Kesultanan Banjar Drs.H. Khairil Anwar M,MM.
Pesertanya yang mengikuti perlombaan tari ini pun beragam yang terdiri dari 10 group sanggar tari kreasi se Kabupaten Banjar, 5 group dari tingkat SD/MI se Kabupaten Banjar, serta 5 group dari tingkat SLTP/ SLTA sederajad. Kali ini Disbudparpora Kabupaten Banjar menghadirkan juri berkompoten di bidangnya dari sanggar Budaya Provinsi Kalsel dan Seniman/Budayawan Kabupaten Banjar.
Dalam laporannya ketua panitia Festival Tari Daerah Kreasi Banjar Drs H Abdul Gani Fauzi  MM mengatakan bahwa hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah sebagai penyemarak peringatan hari proklamasi kemerdekaan ke 69 tahun dan hari jadi Kabupaten Banjar yang 64 tahun,serta sebagai sarana penyelenggaraan Festival Budaya Daerah dalam bentuk pembinaan sanggar-sanggar seni tari yang masih eksis di Kabupaten Banjar.
Sekda Kabupaten Banjar Ir.H.Nasrunsyah MP juga memberikan dukungan penuh dan apresiasinya dengan terselenggaranya kegiatan ini. “Pemerintah Kabupaten Banjar sangat senang karena tiap tahunnya dapat menyelenggarakan kegiatan festival tari ini,” terang Nasrunsyah.
Karenanya tambah Nasrunsyah, ia berharap dengan diadakannya kegiatan ini akan lebih menarik minat sekolah-sekolah atau sanggar-sanggar dalam hal lebih mengembangkan dan mempelajari kesenian daerah khususnya seni tari kreasi banjar ini.
“Dengan melestarikan kesenian banjar ini juga di harapkan menarik wisatawan domestik dan wisatawan asing yang sekarang ini mulai menaruh minat yang tinggi pada kesenian-kesenian daerah,” pungkasnya. (hum/mrr)

Khairul Saleh Bertekad Bangun  Kereta Api
KALIMANTANVIEW.com - Potensi kekayaan Banua yang luar biasa menjadi lokomotif besar bagi pembangunan peningkatan infrastruktur di Kalimantan Selatan, terutama pembangunan transportasi murah, cepat dan aman  seperti penyediaan angkutan  kereta api.
                “ Melihat potensi kekayaan alam Banua Kalsel yang  luar biasa dan dalam rangka percepatan pembangunan perekonomian daerah,  kedepan Kalsel perlu pembangunan transportasi kereta api mengubungkan

antar kabupaten/kota bahkan lintas provinsi,” ucap Bupati Banjar Sultan H Khairul Saleh saat diminta tanggapan terkait visi pembangunan strategis sebagai kandidat kuat Calon Gubernur Kalsel 2015-2020.
                Dikatakan H Khairul Saleh, sudah saatnya Kalimantan Selatan memiliki sarana transportasi kereta api untuk mengurai kemacetan lalu lintas yang mulai tinggi. Untuk merealisasikan diperlukan tekad dan kerja keras  penuh kesungguhan serta dukungan semua kalangan.
                “Insya Allah jika nantinya jika diberikan amanah   masyarakat menjadi Gubernur Kalsel pada periode mendatang, target saya dalam dua tahun akan membangun transportasi kereta api Banjarmasin– Martapura, bahkan nantinya bisa antar kabupaten sampai Trans Kalimantan,” paparnya.
                 Ketua Alumni Sarjana Teknik Unlam Banjarmasin ini  optimistis,  pembangunan transportasi  kereta api tersebut bisa diwujudkan mengingat potensi alam yang telah tersedia. Menurutnya, ketersediaan angkutan kereta api tidak hanya membantu akses cepat transportasi masyarakat,  mengurangi kepadatan lalu lintas di perkotaan,   tetapi  berdampak  multi efek bagi percepatan pembangunan perekonomian daerah di Kalimantan Selatan bahkan regional Kalimantan.
                Saat disingggung mengenai modal investasi, Khairul Saleh mengatakan bisa melalui sistem investasi pihak ketiga. Semua akan ada nota kesepahaman yang jelas, rinci dan transparan. Dan dirinya yakin investor akan berminat menginvestasikan modalnya untuk pembangunan transportasi kereta api kebutuhan sarana strategis bagi masyarakat.
                Berdasarkan catatan harian ini, sosok H Khairul Saleh adalah seorang kepala daerah yang ulet, cerdas dan memiliki semangat besar membangun daerah. Terbukti dari mimpi-mimpi besarnya memajukan Kabupaten Banjar.          Seperti berhasilnya daerah ini meraih Adipura Kencana 2014. Padahal untuk mendapatkan penghargaan nasional tertinggi di bidang kebersihan lingkungan itu, bagi sejumlah daerah memerlukan waktu lima sampai delapan kali mendapatkan Adipura setelah sebelumnya harus meraih Sertifikat Best Efort.
                Berbeda dengan Kabupaten Banjar sebagai pelopor Adipura Kencana di Bumi Kalimantan, meraih  prestasi tersebut  memerlukan waktu hanya tiga tahun setelah dua kali  meraih Adipura, di tahun 2012 dan 2013.  Mimpi besar Khairul Saleh yang kedua yang berhasil diwujudkan adalah  keberhasilan meraih Predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) di bidang pengelolaah daerah dari BPK RI Perwakilan Kalsel untuk tahun anggaran 2013.
                “Semua tidak ada  yang mustahil untuk bisa diwujudkan sepanjang didasari  ikhtiar dan tekad kuat serta dukungan seluruh  masyarakat, Insya Allah semua bisa kita kerjakan dan terwujud apa yang dicita-citakan,” ucap Khairul Saleh.(s4g4)
Kaltim - Meningkatkan angka kunjungan wisatawan
Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak sedang menyalakan brong pada perhelatan Budaya Erau di Tenggarong Kutai Kartanegara. Wisata budaya merupakan salah satu unggulan kepariwisataan Kaltim.
KALIMANTANVIEW.com - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengungkapkan Pemprov Kaltim melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus berupaya untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Kaltim.  Pada 2014, pemprov telah mencanangkan Visit Kaltim 2014 yang diselaraskan secara menyeluruh dengan Visi Kaltim Maju 2018.
“Kita ketahui, arah pembangunan Kaltim kedepan yaitu mengembangkan sektor kepariwisataan sebagai salah satu sumber daya alam terbarukan dan akan menjadi lokomotif perekonomian bersama dengan sektor pertanian dalam arti luas dan industri manufaktur,” ungkap Awang Faroek, pekan lalu.
Awang Faroek menjelaskan Kaltim merupakan salah satu daerah tujuan wisata (DTW) dengan potensi wisata yang masih alami (natural), baik alam maupun seni dan budaya yang aktraktif dan beragam serta didukung dengan tingkat keamanan daerah yang cukup kondusif. Kondisi yang demikian tentunya berdampak positif terhadap para wisatawan untuk berkunjung ke Kaltim.
“Masing-masing kabupaten/kota di Kaltim memiliki objek wisata unggulan yang menjadi ciri khas, bahkan sudah dikenal secara nasional maupun internasional. Namun, promosi harus terus kita lakukan dengan cara mengikuti pameran-pameran skala nasional ataupun internasional, guna menarik minat wisatawan,” jelasnya.
Adapun beberapa objek wisata yang ada di Kaltim, diantaranya, di Samarinda sebagai ibukota Kaltim terdapat Kampung Tenun di Samarinda Seberang Desa Budaya Pampang, Kebun Raya Unmul dan Masjid Islamic Center yang merupakan salah satu masjid terbesar di Indonesia.
Pada kabupaten/kota lainnya di Kaltim juga tidak kalah menariknya untuk dikunjungi. Di Kabupaten Kutai Kartanegara, terdapat Museum Mulawarman yang mengoleksi banyak peninggalan sejarah Kerajaan Kutai yang juga merupakan Kerjaan Hindu tertua di Indonesia yang berdiri pada Abad ke-4 Masehi, peninggalan Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura.
Kemudian, Bukit Bengkirai Samboja yang juga terdapat canovy bridge (jembatan gantung di atas pohon), pusat pelepasliaran Orangutan di Borneo Orangutan Survival Samboja (BOSS), pantai Tanjung Harapan, danau Jempang dan danau Semayang sebagai habitat Pesut Mahakam yang sudah hampir punah.
Selanjutnya, di Kabupaten Berau yang memiliki kawasan wisata bahari, yakni Kepulauan Derawan (Derawan, Sangalaki, Maratua dan Kakaban) yang menawarkan keindahan panorama bawah laut. Disamping juga memiliki wisata sejarah berupa museum peninggalan Kesultanan Gunung Tabur dan Sambaliung.
Sementara itu even-even kepariwisataan dan pergelaran Seni Budaya Kaltim, juga telah dikenal masyarakat bahkan dikunjungi oleh para tamu seperti pelaksanaan Pesta Adat Erau di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Festival Birau di Berau, Festival Mahakam di Samarinda.
Lalu, Festival Dahau atau Ehau Sentawar di Kutai Barat, Bontang City Carnival, Festival Seni Budaya Balikpapan dan Festival Kemilau Seni Budaya Benua Etam yang diselenggarakan Disbudpar Kaltim.
Awang Faroek menambahkan industri pariwisata di Kaltim selama ini sudah berkembang dengan baik karena didukung oleh sarana dan prasarana penunjang, seperti jalan dan transportasi, penyediaan cinderamata, perhotelan, rumah makan, restoran dan lainnya. Ditambah dengan banyaknya even-even seni dan budaya yang menarik di kabupaten/kota.
“Kuantitas dan kualitas sarana penunjang industri pariwisata di Kaltim harus terus kita tingkatkan. Sehingga menimbulkan kesan baik bagi wisatawan yang datang ke Kaltim dan sekembalinya ke daerah asal, ia akan bercerita tentang Kaltim kepada sanak saudara, keluarga dan teman,” tambahnya. 


 Rencana Umum Tata Ruang KAL - BAR
Gubernur Kalimantan Barat Drs.Cornelis,MH mengatakan sebagai operasional

Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum sejak Tahun Anggaran 2012, telah menyusun Rencana Tata Ruang Strategis Provinsi, guna mewujudkan pemanfaaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang kawasan yang produktif, seimbang, terpadu, berkelanjutan, dan memiliki kepastian hukum, penyusunan rencana tata ruang untuk kawasan strategis Provinsi tersebut telah ditetapkan dengan peraturan daerah provinsi, untuk itu, “pada tahun 2013, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat telah menyusun Rencana Tata Ruang Kawasan Industri Tayan dan Kaasan Pelabuhan Utama Sungai Kunyit Kabupaten Pontianak, sedangkan untuk tahun 2013 Kawasan Strategis Provinsi yang menjadi prioritas untuk penyusunan Rencana Tata Ruangnya adalah Kawasan Insdustri Mandor dan Kawasan Metropolitan Pontianak, “Jelas Cornelis.

Penataan Ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. Dari ketiga proses tersebut, perencanaan tata ruang menjadi tahapan yang penting karena dengan berdasarkan rencana tata ruang maka tahapan-tahapan selanjutnya dapat diselenggarakan secara sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan. Perencanaan tata ruang juga menjadi penting karena pada tahapan inilah disusun kesepakatan lintas wilayah dan lintas sektor maupun lintas pemerintah, swasta, dan masyarakat. Selanjutnya, Dokumen Rencana Tata Ruang yang merupakan kesepakatan seluruh stakeholders tersebut dikuatkan secara formal sebagai produk hukum yang mengikat seluruh pemangku kepentingan dalam bentuk peraturan daerah yang ditetapkan oleh lembaga eksekutif bersama legislatif di daerah. Penyusunan Revisi RTRW Provinsi dan Kabupaten/Kota beserta legalisasinya merupakan bagian dari kegiatan penyelenggaraan penataan ruang yang kini menjadi sebagian tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (sebelumnya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999) dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota, dimana pemerintah daerah mempunyai kewenangan yang lebih luas dalam mengatur dan mengelolah wilayahnya termasuk menyelenggarakan penataan ruang wilayahnya, “imbuh Cornelis/

Rapat pembahasan perubahan Revisi RTRW Prov Kalbar juga dihadiri Gubernur yang didampingi Bupati/Walikota seKalbar

Hasil Rapat dengar pendapat telah diseapakati antara Pemerintah Kalbar dengan Komisi IV DPR RI diantaranya 1.Komisi IV DPR RI menerima Penjelasan Gubernur Kalbar berkaiatan dengan usulan perubahan peruntukan Kawasan Hutan dalam Revisi RTRW Kalbar yag termasuk dalam kreteria perubahan kawasan Hutan yang berdampak penting dan cakupan luas serta bernlai strategis (DPCLS), 2.Komisi IV DPR RI akan melakukan pendalaman atas usulan perubahan peruntukan kawasan hutan dalam Revisi RTRW Kalbar, 3. Komisi IV DPR RI akan melakukan fungsi pengawasan atas SK Menhut No.936/Menhut-II/2013 TGL 20 Desember 2013 tentang persetujuan atas usulan perubahan peruntukan kawasan dalam Revisi RTRW Kalbar di luar kawasan Hutan yang masuk dalam DPCLS.
Rencana Umum Tata Ruang, salah satunya adalah Rencana Rinci Tata Ruang Kawasan Strategis Provinsi ( RTR KSP) dari tindak lanjut rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Kalbar yang di Perdakan nantinya menjadi bentuk legalitas RTR KSP dengan Peraturan Daerah .Berkaitan dengan hal tersebut diatas, Rencana Tata Rauang Wilayah (RTRW) Provinsi Kalimantan Barat telah menetapkan 17 Kawasan Strategis Provinsi yang penataannya wlayaynya diprioritaskan, kerena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup Provinsi terhadap pertumbuhan ekonomi, pendayagunaan sumber daya alam atau teknologi tinggi, serta fungsi dan daya dukung lingkup hidup,” dikatakan Gubernur Kalbar Drs.Cornelis,MH ketika rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR RI, di Gedung Senayan Jakata, Senin ( 30/6).
Makanan Kadaluarsa Ditemukan di Pasar Sukaramai
KALIMANTANVIEW.com - Sejumlah bahan makanan kemasan kadaluarsa di temukan tim gabungan inspeksi mendadak  (sidak) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Banjar di beberapa pertokoan Pasar Sukaramai Martapura Selasa siang (1/7) tadi.
Disejumlah pertokoan di Pasar Sukaramai Martapura itulah tim pengawas makanan ini menemukan beberapa biskuit serta minuman kemasan kaleng berbagai merk yang telah habis masa berlakunya namun masih tetap di jual oleh para pedagang.
Selain menyidak di Pasar Sukaramai, tim juga melakukan sidak kejumlah minimarket yang ada di Kota Martapura. Meski tidak ditemukan barang yang telah kadaluarsa, namun tim gabungan sidak ini menemukan beberapa susu kaleng  telah rusak kemasannya namun masih tetap dijual oleh pemilik minimarket.
Selain menyita barang – barang yang dapat membahayakan para konsumen ini, pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga akan memberikan sangsi kepada pemilik toko dan minimarket yang lalai dalam mengawasi barang dagangannya sehingga merugikan masyarakat.
“Untuk mencegah beredarnya makanan kadaluarsa ini, sidak rencananya akan rutin kita gelar selama bulan Ramadhan ini,” terang Ahmad Bagiawan Ketua Tim Sidak. (doni)
 KAMMI Tuntut Pemkot Banjarbaru Tutup Karaoke
KALIMANTANVIEW.com -KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) bersama puluhan anggota himpunan mahasiswa Muslim lainnya menggelar aksi damai menyambut datangnya bulan suci Ramadhan di bundaran Banjarbaru sekitar pukul 17.00 Wita hari Jumat (27/6).
Aksi damai mereka dilakukan salah satunya bertujuan menghimbau  kepada masyarakat supaya bulan Ramadhan kali ini benar-benar di lalui dengan suci agar mendapatkan rahmat dan ampunan di bulan yang penuh berkah ini.
Mereka ungkap Ismail  ketua dari KAMMI  Kota Banjarbaru berharap kepada Pemerintah Kota Banjarbaru,  agar konsisten menutup tempat maksiat yang ada di Banjarbaru, terutama tempat-tempat lokalisasi yang ada di Banjarbaru dan tempat-tempat karaoke yang ada di kota berjuluk Kota Pendidikan ini.
Pemkot Banjarbaru ucap pria yang kerap disapa Mail ini, harus konsisten menutup tempat hiburan seperti karaoke  yang keberadaannya  kini sudah semakin menjamur dan di minati oleh anak muda sekarang.
Pihaknya juga mengapresiasikan ini kepada Pemkot Banjarbaru yang sudah tegas dengan berani meniadakan festival malam Tanglong. ”Harapan kami kepada pemerintah Banjarbaru juga bisa tegas menutup tempat-tempat lokalisasi,  tidak hanya di bulan puasa ini saja, tetapi juga untuk seterusnya,”pungkasnya. (doni)

PATEN Terbukti  Membantu Masyarakat
KALIMANTANVIEW.com - Pemerintah Kabupaten Banjar terus bekerja keras meningkatkan kualitas pelayanan publik. Niat tulus  memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat terus dilakukan melalaui reformasi pelayanan publik di tingkat desa, kecamatan dan pemerintah kabupaten.
            Salah satu bentuk pelayanan publik yang sangat dirasakan masyarakat manfaatnya adalah pemberian limpahan kewenangan dari Bupati kepada Camat melalui Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN).
            “Alhamdulillah dari 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Banjar sudah 15 kecamatan yang melaksanakan PATEN. Model pelimpahan kewenangan berupa administarsi pemerintahan dan perijinan ini terbukti sangat membantu masyarakat,” terang Asisten I Setda Banjar Dr Hari Supriadi, saat memimpin Apel Gabungan Pemkab Banjar, di Kantor Bupati Banjar, Martapura, Senin (23/6).
            Diutarakan Dr Hari Supriadi,   peluncuran Program PATEN dilatari pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik untuk memudahkan masyarakat. Sebagai kabupaten yang memiliki luas terbesar ketiga di Kalimantan Selatan, model pelayanan PATEN efektif membantu masyarakat.
            Dosen pasca sejumlah perguruan tinggi di Kalsel ini mengatakan, penerapan pelayanan administrasi terpadu di kecamatan tidak hanya membantu masyarakat masyarakat di bidang pelayanan publik bagi pemerintah daerah sendiri sangat bermanfaat mensinergikan program pembangunan lain yang aksesnya cepat diketahui masyarakat.
             Program pembangunan prioritas lain yang saat ini dikejar pemerintah daerah untuk segera dituntaskan adalah masalah Tapal Batas.  Instansi dan stakeholder terkait kini terus  berkoordinasi dalam upaya penyelesaian secara taat hukum dan fakta.
            “Kita optimistis melalui kerja keras dan bantuan seluruh komponen masyarakat masalah batas wilayah akan bisa diselesaikan dan diharapkan berjalan sesuai harapan,” tandasnya.
            Dalam materi pidatonya di depan para pejabat dan pegawai di lingkungan Pemkab Banjar, ,  Hari Supriadi menambahkan, agenda lain yang saat ini mendapat perhatian pemerintah daerah untuk didukung adalah pelaksanaan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI, 9 Juli 2014.
            Pilpres merupakan agenda nasional yang harus disukseskan seluruh warga negara termasuk peran penting pemerintah daerah.  Menjadi kewajiban daerah untuk menyukseskan pilpres meski ada lembaga independen profesional yang diberikan kewenangan untuk menangani.
            “Kami berharap aparatur di lingkungan Pemkab Banjar turut membantu menyosialisasikan dan mendukung pelaksanaan Pilpres tepat waktu, aman lancar dan damai,” ucap Hari Supriadi.
 DISNAKERTRANS: Keselamatan  dan Kesehatan Pekerja Sangat penting
KALIMANTANVIEW.com - Keselamatan dan Kesehatan Pekerja merupakan hal  utama yang perlu diperhatikan oleh pemilik perusahaan atau jasa yang memerlukan pekerja ataupun tenaga ahli, oleh karena itu dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menempuh berbagai cara agar pihak penerima atau pencari tenaga kerja selalu mengutamakan opsi/program tentang keselamatan dan kesehatan pekerja di tempat mereka kerja.
                Salah satu cara yang digunakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banjar adalah dengan mengadakan Sosialisasi bagi pihak penerima ataupun pencari tenaga kerja di Hotel Banjar Permai Banjarbaru, adapun tema yang dibahas dalam sosialisasi ini adalah tentang keselamatan dan kesehatan untuk tenaga kerja yang ada di Kabupaten Banjar.
                Drs. H Aspihani yang merupakan kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banjar membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Tenaga Kerja ini, dalam sambutannya Aspihani mengatakan bahwa pentingnya bagi perusahaan,kontraktor dan laiinya memperhatikan keselamatan dan kesehatan tenaga kerja, karena hal ini tetntunya akan menarik minat para pencari pekerjaan untuk bergabung di sebuah perusahaan atau tempat pusat pekerja yang mereka kelola, selain itu pada tahun 1996 pihak Kementrian Tenaga Kerja Republik Indonesia juga mengeluarkan peraturan tenaga kerja No: 05/MEN/1996 tentang Sistem Managemen dan Keselamatan Tenaga Kerja (SMK3), dimana pada pasal 3 peraturan ini mengikat sebuah perusahaan yang memperkerjakan 100 orang atau lebih wajib menerapkan SMK3 agar para pekerja merasa lebih aman dan nyaman dalam melakukan profesi pekerjaan yang mereka jalani.
                Kegiatan Sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Tenaga Kerja Di Hotel Banjar Permai ini juga dihadiri oleh Pengawas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Selatan Nurdin Silitonga,Perwakilan Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air Kabupaten Banjar,Para Pemilik Perusahaan Kontraktor,  Para Penyedia Jasa Acoursing di Kabupaten Banjar dan laiinnya
Festival Karya Tari Daerah Kalimantan Selatan 2014  Akan Di Gelar
KALIMANTAN VIEW - Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Selatan bakal menggelar Festival Karya Tari Daerah Kalimantan Selatan 2014 pada Sabtu (7/6/2014) malam.

Acara ini bakal di ikuti oleh sanggar tari dari seluruh Kalimantan selatan

"Acara ini digelar tiap tahun. Biasanya pemenang bakal dikirim ke Parade Tari Nusantara di tingkat nasional," sebut Kepala Bidang Kebudayaan Disporbudpar Kalsel, Akhmadi Soufyan, Senin (2/6/2014).

Acara bakal digelar di Gedung Kesenian Balairung Sari, Taman Budaya Kalsel. "Dimulai pukul 20.00 Wita," katanya.
.
PKL atau Apkli Kalimantan Tengah Dukung Prabowo - Hatta
KALIMANTAN VIEW - Ketua Umum DPP Asososiasi Pedagang Kaki Lima  (Apkli) Ali Mahsun, saat bertandang ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (2/6/2014) untuk mengikuti pembentukan Tim Pemenangan Pasangan Capres Prabowo-Hatta, di Provinsi Kalteng.

Ia mengatakan, pihaknya akan berjuang menjadikan pasangan capres tersebut menjadi presiden dan wapres mendatang.

"Kami memperjuangkan pasangan Prabowo-Hatta, karena mereka punya komitmen untuk membuat undang-undang untuk melindungi pedagang kaki lima. Mereka punya komitmen itu, kami dukung penuh, kami akan gerakkan organisasi PKL se-Indonesia untuk mendukung Prabowo-Hatta," katanya didamping Ketua DPW Apkli Kalteng, Rusdi.

Dia mengatakan, pihaknya meyakini, Prabowo Subianto akan menjadi pemimpin yang tegas dan merakyat, demikian juga dengan Hatta Rajasa adalah pemimpin yang bersih.

"Beliau selama ini juga adalah pembina asosiasi kami," katanya.
Jelang Ramadhan Sebagian Harga Sembako Naik Di Pontianak
KALIMANTAN VIEW - Menjelang bulan Ramadan, beberapa harga barang kebutuhan rumah tangga, seperti sembilan bahan pokok (sembako) mulai naik. Kenaikan harga sembako ini, terjadi hampir di seluruh pasar yang ada di Kubu Raya maupun Kota Pontianak.

Di Pasar Melati dan Pasar Flamboyan, harga telur dan bawang merah  mengalami kenaikan. Untuk harga bawang merah  Rp 30.000 perkilonya. Dimana sebelumnya harga bawang merah hanya berkisar Rp. 15.000 hingga Rp 17.000. Untuk harga telur juga mengalami kenaikan. Namun kenaikan itu pun tidak drastis seperti kenaikan harga bawang merah itu.

“Kenaikan harga bawang merah dan telur ini  terjadi beberapa minggu lalu. Untuk penyebab kenaikan harga itu dirinya pun belum mengetahui pasti apa penyebabnya,”kata Ardi salah satu pedagang di Pasar Melati, Kecamatan Sungai Raya.

salah satu agen sembako di Pasar Flamboyan mengaku bahwa terjadi peningkatan harga sembako. Kenaikan harga sembako ini pun dikarenakan pasokan stok bawang  di pasaran mulai menipis dan langka.“Biasa, jelang Ramadan pasti ada kenaikan. Tetapi ini terasa lebih cepat, padahal masih sebulan lagi mulai puasa. Ada beberapa hal yang mempengaruhi, paling utama suplai sedikit,” ujarnya.

Menurutnya, harga bawang merah dan bawang putih yang mengalami kenaikan dan berefek pada minat pembeli. “Kenaikan harga bawang ini diperkirakan 40 persen dari sebelumnya,”katanya.

Dia pun memastikan, harga dua bumbu dapur ini masih bisa lebih tinggi lagi. Karena kita berdasarkan pasokan yang masuk. Jika pasokan tidak masuk-masuk maka akan mengalami lonjakan harga perkilonya. “Jika suplai belum normal pasti harga masih terus naik,” tambahnya.

Selain itu,  Pedagang di Pasar Flamboyan, Dian Fitria menjelaskan, mayoritas harga sembako memang mengalami kenaikan, namun khusus beras, kecenderungannya relative stabil bahkan sempat mengalami penurunan. “Rata-rata untuk beras, sekarang ini mengalami penurunan harga. Tapi, saat akan puasa biasanya naik kembali,”katanya.

Tak hanya sembako yang mengalami kenaikan,  kenaikan juga terlihat pada komoditas buah-buahan. Andriana, pedagang buah di Kabupaten Kubu Raya mengatakan,  harga buah-buahan seperti blewah juga mengalami kenaikan. Semula harganya Rp 4000 menjadi Rp 6000, Melon dari Rp 5000  menjadi Rp 8000, dan semangka dari Rp 6000 menjadi Rp 8000.

Andriana mengungkapkan, kenaikan harga buah-buahan ini tidak lain karena meningkatnya permintaan masyarakat. Selain cuaca yang panas juga diakibatkan bulan puasa identik dengan buah-buahan.

”Sudah mengalami kenaikan, dan kami yakin pasti mendekati puasa harganya merangkak naik terus. Dan kami sikapi dengan cara mengurangi jualan, sehingga tidak mengalami rugi lantaran sepi dari pembeli,”akunya dengan lesu.Ungkapnya.
Pemprov Kalimantan Timur Tanam Padi Serentak Untuk Mengurangi Gangguan Hama
KALIMANTAN VIEW - Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kalimantan Timur (Kaltim), Ibrahim mengatakan salah satu upaya memperkecil kemungkinan serangan hama dan penyakit tanaman, khususnya jenis padi, adalah dengan melakukan penanaman serentak atau bersama-sama.

 "Dengan meminimalisir serangan hama dan penyakit, tentunya berdampak terhadap peningkatan produksi, sebagaimana yang diharapkan petani untuk meningkatkan pendapatan," kata Ibrahim di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kaltim

 Pemprov Kaltim, melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan mengimbau agar seluruh camat dan kepala desa di PPU mengkoordinir kelompok tani untuk melakukan gerakan tanam padi serentak .

Gerakan tersebut diharapkan dapat diikuti seluruh kabupaten/kota se-Kaltim, sehingga produksi pertanian Kaltim, khususnya padi terus meningkat dan daerah ini mampu mencapai swasembada beras, katanya.

"Saat ini PPU merupakan salah satu daerah sentra beras, seiring dengan produksi terbesar kedua tanaman padi di Kaltim setelah Kutai Kartanegara. Bahkan di PPU sudah swasembada, bahkan kelebihan beras yang mencapai 20.000 ton per tahun dan pemasarannya sudah tersebar di Kaltim, termasuk untuk memenuhi kebutuhan Bulog," kata Ibrahim.

Pemprov Kaltim berharap gerakan tersebut dapat dilakukan seluruh kabupaten/kota, sehingga produksi beras terus meningkat. Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim juga mengimbau agar seluruh kelompok tani, terutama di PPU menggunakan alat tanam bibit padi (rice transplanter), katanya.

Dengan alat tersebut, petani bisa menanam satu hektare padi dalam waktu 3-4 jam. Tetapi, jika dilakukan secara manual tentu bisa mencapai tiga hari. "Dengan alat tersebut, petani bisa mengefisienkan waktu tanam," jelasnya.

Ibrahim juga berharap, ke depan seluruh kelompok tani di Kaltim, terutama PPU dan sekitar dapat menggunakan mesin panen padi combine harvester. Dengan mesin tersebut, saat panen, gabah langsung dikemas, sehingga tidak perlu menggunakan perontok padi.

Serta dapat mengurangi kehilangan gabah mencapai dua persen dari hasil panen. “Mudah-mudahan para kelompok tani bisa menggunakan mesin panen tersebut. Bahkan jika perlu para kelompok tani bisa bekerjasama dengan pengusaha penggilingan padi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian PPU Joko Febrianto mengatakan sangat mendukung gerakan tanam padi tersebut. Termasuk gerakan menggunakan "rice transplanter" bagi petani.

"Kami berharap dengan gerakan tanam ini, PPU mampu meningkatkan produksi padi. Termasuk mengenai rice transplanter. Jika memang ada kelompok tani yang berminat, silahkan mengusulkan ke Dinas Pertanian PPU, selanjutnya nanti akan kami upayakan. Sehingga petani lebih mudah menanam padi," kata Joko.

10 Juta Ton Peningkatan produksi gabah atau beras, melalui penanaman serentak juga dilakukan di Desa Bukit Biru, Tenggarong Kutai Kartanegara dengan harapan mampu mendukung program nasional mencapai surplus produksi beras 10 juta ton pada 2014.

"Penanaman secara serentak kami fokuskan di lahan kelompok tani Sumber Rejeki dengan luas 22,75 hektare, dengan mengembangkan bibit padi organik yang efektif dan efisien dengan hasil panen mencapai delapan ton per hektare," kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim H Ibrahim di sela-sela menanam padi bersama petani.

Ibrahim juga memberi motivasi kepada para petani agar bekerja secara sungguh-sungguh karena pemerintah selalu memberikan perhatian kepada petani. "Sekarang ini tidak ada alasan bagi petani susah bibit karena sudah ada sejumlah penangkar di berbagai daerah," katanya.
Pemkot Banjarmasin dan Pemkot Surabaya Menjalin Kerjasama
KALIMANTAN VIEW - Dalam rangkaian hari jadi Kota Surabaya ke 721 tahun, Pemerintah Kota Surabaya menjalin kerjasama dengan beberapa Pemerintah kota dan kabupaten di Indonesia termasuk Pemko Banjarmasin.

Bertempat di ruang pertemuan Balai Kota Surabaya, Sabtu (31/5/2014) Walikota Surabaya Tri Rismaharini, melaksanakan penandatanganan kerjasama yang meliputi bidang promosi dan pengembangan perdagangan, industri, investasi dan Koperasi UMKM, kebudayaan dan pariwisata, pertanian, pengelolaan lingkungan hidup serta bidang lainnya sesuai dengan kebutuhan yang dipandang relevan.

Walikota Banjarmasin, H Muhidin dalam kesempatan melakukan penandatangan MoU dengan Walikota Surabaya, juga menerima cinderamata berupa blankon khas kota Surabaya tersebut.

Risma Walikota Surabaya, berharap, adanya kerjasama antara kota dan kabupaten dapat membuat kota menjadi lebih baik, teratur dan tertata dalam segala bidang.

Lindungi keluarga dan orang tersayang dari bahaya rokok
KALIMANTAN VIEW - Organisasi Profesi Kesehatan di Kalimantan selatan menggelar Sarasehan dalam Penanggulangan Bahaya Rokok dengan tema "Mari Kita Lindungi Orang-orang Tersayang Kita dari Bahaya Rokok".

Sarasehan dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan selatanIndonesia Kalsel, Syafriansyah dan dimoderatori oleh Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Kalsel, Aus Al Anhar, Sabtu (31/5/2014).

Syafriansyah mengatakan, peran profesi menghindari merokok atau menjadi pelopor anti rokok. Undang-undangnya banyak sekali tetapi bagaimana pengawasannya bahkan ada Perda, tentu pengawasannya yang menjadi masalah.

"Siapa yang mengawasi, di jalan. PP Nomor 109 tahun 2012 Pemenkes Nomor 28 tahun 2013 mengatur kemasan 20 batang agar tidak setiap orang bisa membeli, tetapi banyak yang menjual rokok asongan dan lain-lain, wajib mencantumkan peringatan kesehatan," katanya.
, Achmad Rudiansjah. Hadir sebagai Narasumber Koalisi Profesi Kesehatan Anti Rokok, Prof Adang Bachtiar, Ketua IDI Kalsel, dr Rudiansyah, Ikatan Apoteker

Instagram