featured Slider

Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

Pemerintahan Jkw-Jk Dalam Tekanan. Akankah Bertahan?

Halal Bihalal Perhimpunan Indonesia

Batik Pemersatu Bangsa

Pemerintahan Jkw-Jk Dalam Tekanan. Akankah Bertahan?
Judul diatas merupakan tema bincang diskusi para peserta seminar yang di adakan oleh Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) yang digelar pada 30 Mei 2015, bertempat di aula Yos Sudarso, Jakarta.
Kali ini FMKI KAJ bekerjasama dengan Seksi HAAK Paroki St. Anna, Duren Sawit dan GKI Bekasi Timur menyelenggarakan diskusi yang mendalam dalam mengkritisi apa yang telah dikerjakan oleh Pemerintah.
Peserta yang hadir sekitar 170 orang tersebut tidak beranjak dari tempat duduk sampai selesainya diskusi politik tersebut. Sebagai narasumber Ichsanuddin Noorsy tampil memukau dengan data yang valid tentang kinerja Pemerintah sekarang dan prediksi ke depan. Sedangkan, Rufinus Hutauruk, anggota DPR dari fraksi Hanura juga menceritakan pengalaman di DPR menghadapi kesulitan yang dialami Pemerintah. Peran Rufinus Hutauruk adalah pendukung Pemerintah di DPR.
Cara yang lebih lugas, tanpa tedeng aling-aling muncul dari pernyataan Yunarto Wijaya, selaku Pengamat Politik yang memang sangat kritis tapi konstruktif bagi Pemerintah. Tidak mengherankan kalau Jokowi pun sering minta pendapat dari pembicara yang satu ini.
Acara ini merupakan aktivitas rutin dilakukan oleh HAAK paroki St. Anna dan diminati oleh umat yang peduli pada kehidupan berbangsa dan bernegara.
Y. Handoyo Budhisedjati
Halal Bihalal Perhimpunan Indonesia
Keagamaan dan Kebudayaan  
(Indonesian Association for Religions and Cultures ( IARC))
Bertempat di Puri Agung Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta, Perhimpunan Indonesia untuk Keagamaan dan Kebudayaan mengadakan halal bihalal lintas agama. Dihadiri Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) selaku Gubernur DKI, Din Syamsuddin selaku Ketua MUI dan sekaligus Penasehat IARC dan juga KH Amidhan (Ketua MUI), Alim Markus (Presiden Maspion Group), Theophilus Bela (Presiden of Jakarta Christian Communication Forum) serta RD. Eddy Purwanto dan RD Agustinus Ulahayanan dari KWI, juga Handoyo Budhisedjati, Bambang Sunanta dan Agung Sovianto dari Forum Masyarakat Katolik Indonesia dan beberapa tokoh lintas agama hadir di situ. Tidak ketinggalan sejumlah Pengusaha Nasional seperti Sukamdani Sahid, Leo Chandra, dll.
Dalam sambutannya Ahok menyampaikan bahwa kesempatan halal bihalal ini baik untuk saling meminta maaf. Basuki juga meminta maaf kalau pelayanan publik saat ini belum dapat memuaskan para pihak.
Pada bagian lain, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Prof. Dr. Din Syamsuddin mengatakan bahwa halal bihalal yang digelar IARC itu merupakan momentum yang baik untuk merawat keberagaman di Indonesia. Dapat dikatakan acara tersebut menjadi perwujudan dialog antar kepercayaan yang menjaga keutuhan bangsa. Selanjutnya dikatakan bahwa intoleransi harus dijadikan musuh bersama. Radikalisme, ekstremisme, dan kekerasan dari siapapun dan di mana saja harus kita hadapi bersama.
Sebagai Ketua Umum Perhimpunan Indonesia untuk Keagamaan dan Kebudayaan, Paiman Mak mengatakan dalam sambutannya bahwa kegiatan tersebut selaras dengan visi lembaganya yaitu menunjang ketaqwaan, keadaban dan kerukunan. Tema yang dipilih dalam acara tersebut adalah Indahnya Kebersamaan. Sebagai penutup Paiman mengutip salah satu pesan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, “Tidak penting apa agama dan sukumu. Ketika kamu melakukan hal baik untuk banyak orang, banyak orang itu tidak akan menanyakan apa agamamu”, ujar Paiman Mak, seorang penganut Budha mengakhiri sambutannya.
Acara yang ditutup dengan makan siang itu dihadiri oleh tokoh lintas agama dan juga perwakilan duta besar negara sahabat. Seluruh meja nampak penuh dengan kehadiran +/- 500 orang.

Yohanes Handoyo B.






Batik Pemersatu Bangsa

Untuk mengembangkan dan melastarikan batik; Yayasan Batik Indonesia (YBI) kembali mengadakan Gelar Batik Nusantara 2015. Acara yang diadakan untuk ke-9 kalinya ini, mengusung tema Batik Pemersatu Bangsa.
Perhelatan yang dilaksanakan pada 24-28 Juni 2015 di Assembly Hall, Plenary Hall dan Main Lobby Jakarta Convention Center (JCC) ini, merupakan ajang promosi batik terbesar dan terlengkap. Tahun ini yang menjadi ikonnya adalah batik yang berasal dari Indonesia Timur.
Terdapat 14 desainer turut memeriahkan acara tersebut, di antaranya Danar Hadi, Parang Kencana, Carmanita, Ghea Pangabean, Lenny Agustin, Barli Asmara, Didiet Maulana. Gelar Batik Nusantara 2015 diharapkan dapat lebih memperkenalkan batik sebagai ikon nasional yang bisa mewakili Indonesia, baik dalam ataupun luar negeri.
Mantan Ibu Negara, Ani Yudhoyono serta Wapres Yusuf Kalla membuka acara sebagai tanda diresmikannya acara yang bertema Batik, Pemersatu Bangsa itu, dilengkapi dengan Fashion show dikemas apik lengkap dengan musik dan aksi panggung para model seperti layaknya operet.
Operet ini menceritakan bagaimana batik sebagai pakaian khas bangsa Indonesia yang dapat dipakai di berbagai kesempatan. Ke pasar, hangout, undangan pernikahan, sampai menghadiri rapat pentingpun orang Indonesia sudah sangat lekat dengan batik.
Menurut Jusuf Kalla singkat awal mula batik menjadi pakaian resmi kenegaraan yaitu ketika Indonesia dilanda krisis dan pemerintah memutuskan untuk memangkas anggaran, serentak semua orang saat itu mengganti jas sebagai pakaian resmi menjadi batik. “Selain terkesan lebih sederhana, batik juga membuat Indonesia semakin dikenal tamu luar negeri dengan keunikan pakaian dinasnya. Wah, makin bangga deh sama batik,” ucap JK.
Shin


Instagram