featured Slider

Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan

Pemkot Tangerang gelontorkan anggaran Rp.20,1 M dari APBD 2014 untuk bangun jembatan

Agar usaha Terapi Bekam Bertahan

PT Pos Bantu Promosikan Kerajinan HSU

Langsiran BBM Masih Terjadi?

Kondisi Aman Menjadi Harapan

Nilai Ekonomi UKM Ditingkatkan

PLN Pasang 3.000 Sambungan Baru

Pemkot Tangerang gelontorkan anggaran Rp.20,1 M dari APBD 2014 untuk bangun  jembatan
KALIMANTAN VIEW - Pemerintah KotaTotal Anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 20,1 miliar dari APBD 2014.

Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tangerang Ruta Ireng mengatakan, pembangunan jembatan baru ini bertujuan untuk meningkatkan aksesbilitas warga Kota Tangerang dalam kesehariannya, baik bidang perekonomian, sosial, maupun budaya.

"Penambahan pembangunan 12 jembatan untuk kemudahan sarana dan prasarana perhubungan," katanya.
Tangerang akan membangun 12 jembatan baru di tahun 2014.
 
Menurutnya, bagian wilayah Kota Tangerang banyak yang dibelah tiga sungai besar dan sejumlah kali. Tiga sungai besar yaitu Sungai Cisadane, Kali Cirarab, dan Kali Angke. Ketiganya berhulu di Bogor dan berhilir di Laut Jawa. Ada pula beberapa kali dintaranya Kali Sabi, Kali Pesanggrahan, Kali Cantiga,

"Praktis dengan keberadaan sungai dan kali ini, banyak membuahkan tantangan tersendiri bagi Pemkot Tangerang untuk menyediakan banyak jembatan sebagai sarana perhubungan masyarakat dan barang, yang melintasi sungai dan kali," kata Ruta.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas PU Herry C Truna Jaya mengatakan, salah satu jembatan baru yang dalam waktu dekat dibangun adalah Jembatan Pintu Air 10 yang merpakan salah satu akses masyarakat dari Kota dan Kabupaten Tangerang ke Bandara Soekarno Hatta. “Untuk di Jembatan Pintu Air 10 sudah ada DED nya,” katanya.

Menurutnya Herry, jembatan baru tersebut dibangun di samping jembatan pintu air 10 yang sudah ada sebelumnya. Pasalnya, jembatan pintu air 10 dengan ukuran panjang 160 meter dan lebar 9 meter  ini sudah tidak bisa menampung banyaknya lalu lintas kendaraan yang kerap melintas.

"Kerap terjadi penumpukan kendaraan akibat padatnya lalu lintas yang melewati jembatan tersebut. Diharapkan setelah jadi, bisa mengurangi kemacetan,"Katanya.
Capres Joko Widodo (Jokowi) menyambangi Pondok Pesantren Darussalam, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel). Kedatangannya kali ini guna bersilaturahmi dengan pimpinan pondok pesatren KH Tuan Guru Wildan Salman, yang merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di Kalsel.

Tiba di pesantren, Jokowi langsung disambut tuan guru dan para pimpinan pondok pesantren. Tak lama, ia diminta naik ke atas mimbar untuk memberikan tausiyah oleh tuan guru. Namun, ia memilih bercerita perjalanan kariernya, yang berawal dari seorang pengusaha kayu hingga menjadi capres saat ini.
Dengan gaya bicaranya yang jenaka, apa yang diceritakan Jokowi itu langsung disambut tawa para hadirin. Kisah Jokowi itu berhasil mengocok perut para santri.
"Sebetulnya saya hidup di ekspor, dunia usaha, produk kayu. Kemudian 9 tahun lalu, karena ada Pilkada di Solo, kemudian temen-teman saya dorong. Yasudah saya ikut. Setelah ikut, saya adalah orang yang tidak terkenal, tapi karena maju. Bismillah...karena Allah. Kecelakaan dan jadi (menang Pilkada Solo)," ucap Jokowi disambut tawa para hadirin, Minggu (25/5/2014).

Jokowi lalu bercerita saat pertama kali dirinya diminta menjadi capres, namun di satu sisi masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Saat itu, ia yang mengaku tak punya kerabat atau relasi yang cukup banyak di Jakarta, akhirnya menerima mandat dari partainya PDIP menjadi capres.

"Di Jakarta saya nggak punya rumah. Ya saya nginep di rumah dinas. 2 Tahun jabat, saya nggak minta, nggak lobi-lobi. Ditetapkan lagi jadi capres 14 Maret lalu. Saat itu saya sampaikan bismillahirahmanirahim...saya siap melaksanakan..." kenang Jokowi.

Di hadapan ribuan santri, mantan Walikota Solo itu mengakui tidak seperti tokoh lainnya, yang mempunyai perawakan gagah dan tampan. "‎Saya memang kurus. Berat badan saya 54 kilo, tinggi 174 cm. Kalau naik bisa, turun bisa. Naik kadang hanya 3 ons. Paling banyak setengah kilo, dan kelihatannya tidak bisa lagi dinaikkan."‎

"Makanya, banyak yang minta Pak Jokowi makan yang banyak, biar agak gemuk. Gagah. Waduh, saya adanya seperti ini," sambung Jokowi yang disambut tawa para hadirin.

Tak hanya di situ, Jokowi kembali menimpali pengakuan soal wajah dirinya yang kekampungan itu. "Banyak orang di TV bilang saya wajah ndeso, yasudah saya terima apa adanya. Alhamdulilah, gimana pun ini pemberian Allah. Harus disyukuri," ucapnya pasrah. (Riz)
- See more at: http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2054542/perkenalkan-diri-jokowi-ditertawai-ribuan-santri-di-kalsel#sthash.19qU4tBQ.dpuf
Capres Joko Widodo (Jokowi) menyambangi Pondok Pesantren Darussalam, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel). Kedatangannya kali ini guna bersilaturahmi dengan pimpinan pondok pesatren KH Tuan Guru Wildan Salman, yang merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di Kalsel.

Tiba di pesantren, Jokowi langsung disambut tuan guru dan para pimpinan pondok pesantren. Tak lama, ia diminta naik ke atas mimbar untuk memberikan tausiyah oleh tuan guru. Namun, ia memilih bercerita perjalanan kariernya, yang berawal dari seorang pengusaha kayu hingga menjadi capres saat ini.
Dengan gaya bicaranya yang jenaka, apa yang diceritakan Jokowi itu langsung disambut tawa para hadirin. Kisah Jokowi itu berhasil mengocok perut para santri.
"Sebetulnya saya hidup di ekspor, dunia usaha, produk kayu. Kemudian 9 tahun lalu, karena ada Pilkada di Solo, kemudian temen-teman saya dorong. Yasudah saya ikut. Setelah ikut, saya adalah orang yang tidak terkenal, tapi karena maju. Bismillah...karena Allah. Kecelakaan dan jadi (menang Pilkada Solo)," ucap Jokowi disambut tawa para hadirin, Minggu (25/5/2014).

Jokowi lalu bercerita saat pertama kali dirinya diminta menjadi capres, namun di satu sisi masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Saat itu, ia yang mengaku tak punya kerabat atau relasi yang cukup banyak di Jakarta, akhirnya menerima mandat dari partainya PDIP menjadi capres.

"Di Jakarta saya nggak punya rumah. Ya saya nginep di rumah dinas. 2 Tahun jabat, saya nggak minta, nggak lobi-lobi. Ditetapkan lagi jadi capres 14 Maret lalu. Saat itu saya sampaikan bismillahirahmanirahim...saya siap melaksanakan..." kenang Jokowi.

Di hadapan ribuan santri, mantan Walikota Solo itu mengakui tidak seperti tokoh lainnya, yang mempunyai perawakan gagah dan tampan. "‎Saya memang kurus. Berat badan saya 54 kilo, tinggi 174 cm. Kalau naik bisa, turun bisa. Naik kadang hanya 3 ons. Paling banyak setengah kilo, dan kelihatannya tidak bisa lagi dinaikkan."‎

"Makanya, banyak yang minta Pak Jokowi makan yang banyak, biar agak gemuk. Gagah. Waduh, saya adanya seperti ini," sambung Jokowi yang disambut tawa para hadirin.

Tak hanya di situ, Jokowi kembali menimpali pengakuan soal wajah dirinya yang kekampungan itu. "Banyak orang di TV bilang saya wajah ndeso, yasudah saya terima apa adanya. Alhamdulilah, gimana pun ini pemberian Allah. Harus disyukuri," ucapnya pasrah. (Riz)
- See more at: http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2054542/perkenalkan-diri-jokowi-ditertawai-ribuan-santri-di-kalsel#sthash.19qU4tBQ.dpuf
Capres Joko Widodo (Jokowi) menyambangi Pondok Pesantren Darussalam, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel). Kedatangannya kali ini guna bersilaturahmi dengan pimpinan pondok pesatren KH Tuan Guru Wildan Salman, yang merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di Kalsel.

Tiba di pesantren, Jokowi langsung disambut tuan guru dan para pimpinan pondok pesantren. Tak lama, ia diminta naik ke atas mimbar untuk memberikan tausiyah oleh tuan guru. Namun, ia memilih bercerita perjalanan kariernya, yang berawal dari seorang pengusaha kayu hingga menjadi capres saat ini.
Dengan gaya bicaranya yang jenaka, apa yang diceritakan Jokowi itu langsung disambut tawa para hadirin. Kisah Jokowi itu berhasil mengocok perut para santri.
"Sebetulnya saya hidup di ekspor, dunia usaha, produk kayu. Kemudian 9 tahun lalu, karena ada Pilkada di Solo, kemudian temen-teman saya dorong. Yasudah saya ikut. Setelah ikut, saya adalah orang yang tidak terkenal, tapi karena maju. Bismillah...karena Allah. Kecelakaan dan jadi (menang Pilkada Solo)," ucap Jokowi disambut tawa para hadirin, Minggu (25/5/2014).

Jokowi lalu bercerita saat pertama kali dirinya diminta menjadi capres, namun di satu sisi masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Saat itu, ia yang mengaku tak punya kerabat atau relasi yang cukup banyak di Jakarta, akhirnya menerima mandat dari partainya PDIP menjadi capres.

"Di Jakarta saya nggak punya rumah. Ya saya nginep di rumah dinas. 2 Tahun jabat, saya nggak minta, nggak lobi-lobi. Ditetapkan lagi jadi capres 14 Maret lalu. Saat itu saya sampaikan bismillahirahmanirahim...saya siap melaksanakan..." kenang Jokowi.

Di hadapan ribuan santri, mantan Walikota Solo itu mengakui tidak seperti tokoh lainnya, yang mempunyai perawakan gagah dan tampan. "‎Saya memang kurus. Berat badan saya 54 kilo, tinggi 174 cm. Kalau naik bisa, turun bisa. Naik kadang hanya 3 ons. Paling banyak setengah kilo, dan kelihatannya tidak bisa lagi dinaikkan."‎

"Makanya, banyak yang minta Pak Jokowi makan yang banyak, biar agak gemuk. Gagah. Waduh, saya adanya seperti ini," sambung Jokowi yang disambut tawa para hadirin.

Tak hanya di situ, Jokowi kembali menimpali pengakuan soal wajah dirinya yang kekampungan itu. "Banyak orang di TV bilang saya wajah ndeso, yasudah saya terima apa adanya. Alhamdulilah, gimana pun ini pemberian Allah. Harus disyukuri," ucapnya pasrah. (Riz)
- See more at: http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2054542/perkenalkan-diri-jokowi-ditertawai-ribuan-santri-di-kalsel#sthash.19qU4tBQ.dpuf
Capres Joko Widodo (Jokowi) menyambangi Pondok Pesantren Darussalam, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel). Kedatangannya kali ini guna bersilaturahmi dengan pimpinan pondok pesatren KH Tuan Guru Wildan Salman, yang merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di Kalsel.

Tiba di pesantren, Jokowi langsung disambut tuan guru dan para pimpinan pondok pesantren. Tak lama, ia diminta naik ke atas mimbar untuk memberikan tausiyah oleh tuan guru. Namun, ia memilih bercerita perjalanan kariernya, yang berawal dari seorang pengusaha kayu hingga menjadi capres saat ini.
Dengan gaya bicaranya yang jenaka, apa yang diceritakan Jokowi itu langsung disambut tawa para hadirin. Kisah Jokowi itu berhasil mengocok perut para santri.
"Sebetulnya saya hidup di ekspor, dunia usaha, produk kayu. Kemudian 9 tahun lalu, karena ada Pilkada di Solo, kemudian temen-teman saya dorong. Yasudah saya ikut. Setelah ikut, saya adalah orang yang tidak terkenal, tapi karena maju. Bismillah...karena Allah. Kecelakaan dan jadi (menang Pilkada Solo)," ucap Jokowi disambut tawa para hadirin, Minggu (25/5/2014).

Jokowi lalu bercerita saat pertama kali dirinya diminta menjadi capres, namun di satu sisi masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Saat itu, ia yang mengaku tak punya kerabat atau relasi yang cukup banyak di Jakarta, akhirnya menerima mandat dari partainya PDIP menjadi capres.

"Di Jakarta saya nggak punya rumah. Ya saya nginep di rumah dinas. 2 Tahun jabat, saya nggak minta, nggak lobi-lobi. Ditetapkan lagi jadi capres 14 Maret lalu. Saat itu saya sampaikan bismillahirahmanirahim...saya siap melaksanakan..." kenang Jokowi.

Di hadapan ribuan santri, mantan Walikota Solo itu mengakui tidak seperti tokoh lainnya, yang mempunyai perawakan gagah dan tampan. "‎Saya memang kurus. Berat badan saya 54 kilo, tinggi 174 cm. Kalau naik bisa, turun bisa. Naik kadang hanya 3 ons. Paling banyak setengah kilo, dan kelihatannya tidak bisa lagi dinaikkan."‎

"Makanya, banyak yang minta Pak Jokowi makan yang banyak, biar agak gemuk. Gagah. Waduh, saya adanya seperti ini," sambung Jokowi yang disambut tawa para hadirin.

Tak hanya di situ, Jokowi kembali menimpali pengakuan soal wajah dirinya yang kekampungan itu. "Banyak orang di TV bilang saya wajah ndeso, yasudah saya terima apa adanya. Alhamdulilah, gimana pun ini pemberian Allah. Harus disyukuri," ucapnya pasrah. (Riz)
- See more at: http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2054542/perkenalkan-diri-jokowi-ditertawai-ribuan-santri-di-kalsel#sthash.19qU4tBQ.dpuf
Capres Joko Widodo (Jokowi) menyambangi Pondok Pesantren Darussalam, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel). Kedatangannya kali ini guna bersilaturahmi dengan pimpinan pondok pesatren KH Tuan Guru Wildan Salman, yang merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di Kalsel.

Tiba di pesantren, Jokowi langsung disambut tuan guru dan para pimpinan pondok pesantren. Tak lama, ia diminta naik ke atas mimbar untuk memberikan tausiyah oleh tuan guru. Namun, ia memilih bercerita perjalanan kariernya, yang berawal dari seorang pengusaha kayu hingga menjadi capres saat ini.
Dengan gaya bicaranya yang jenaka, apa yang diceritakan Jokowi itu langsung disambut tawa para hadirin. Kisah Jokowi itu berhasil mengocok perut para santri.
"Sebetulnya saya hidup di ekspor, dunia usaha, produk kayu. Kemudian 9 tahun lalu, karena ada Pilkada di Solo, kemudian temen-teman saya dorong. Yasudah saya ikut. Setelah ikut, saya adalah orang yang tidak terkenal, tapi karena maju. Bismillah...karena Allah. Kecelakaan dan jadi (menang Pilkada Solo)," ucap Jokowi disambut tawa para hadirin, Minggu (25/5/2014).

Jokowi lalu bercerita saat pertama kali dirinya diminta menjadi capres, namun di satu sisi masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Saat itu, ia yang mengaku tak punya kerabat atau relasi yang cukup banyak di Jakarta, akhirnya menerima mandat dari partainya PDIP menjadi capres.

"Di Jakarta saya nggak punya rumah. Ya saya nginep di rumah dinas. 2 Tahun jabat, saya nggak minta, nggak lobi-lobi. Ditetapkan lagi jadi capres 14 Maret lalu. Saat itu saya sampaikan bismillahirahmanirahim...saya siap melaksanakan..." kenang Jokowi.

Di hadapan ribuan santri, mantan Walikota Solo itu mengakui tidak seperti tokoh lainnya, yang mempunyai perawakan gagah dan tampan. "‎Saya memang kurus. Berat badan saya 54 kilo, tinggi 174 cm. Kalau naik bisa, turun bisa. Naik kadang hanya 3 ons. Paling banyak setengah kilo, dan kelihatannya tidak bisa lagi dinaikkan."‎

"Makanya, banyak yang minta Pak Jokowi makan yang banyak, biar agak gemuk. Gagah. Waduh, saya adanya seperti ini," sambung Jokowi yang disambut tawa para hadirin.

Tak hanya di situ, Jokowi kembali menimpali pengakuan soal wajah dirinya yang kekampungan itu. "Banyak orang di TV bilang saya wajah ndeso, yasudah saya terima apa adanya. Alhamdulilah, gimana pun ini pemberian Allah. Harus disyukuri," ucapnya pasrah. (Riz)
- See more at: http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2054542/perkenalkan-diri-jokowi-ditertawai-ribuan-santri-di-kalsel#sthash.19qU4tBQ.dpuf

KALIMANTANVIEW.com - Terapi bekam harus punya keunggulan, ada berbagai macam cara untuk mengobati penyakit, salah satunya dengan cara terapi Bekam. Namun, saat ini jarang terlihat orang yang menyediakan pelayanan terapi Bekam meskipun dulunya sangat ramai dan banyak orang membuka usaha yang berbasis pengobatan cara tradisional itu. Salah satu yang bertahan adalah klinik bekam milik Pahriansyah.
Menurut pemilik Pahriansyah, untuk mempertahankan pengobatan terapi Bekam harus ada trik khusus seperti mempelajari lebih dalam tentang terapi Bekam dan harus mempunyai peralatan yang menunjang untuk pemeriksaan pasien dengan metode yang baik. “Jika tidak, akan seperti teman-teman saya yang satu profesi ahli telah beralih profesi, bahkan orang-orang yang dulunya banyak membuka usaha terapi Bekam di rumah-rumah telah gulung tikar usahanya, ” ucap Pahriansyah yang kerap disapa Abu.
Dia menjelaskan, Bekam sendiri mempunyai 3 jenis terapi yaitu Bekam Kering, Bekam Basah, dan Bekam Api, masing-masing jenis terapi mempunyai fungsi berbeda-beda.Tentunya untuk menunjang terapi Bekam supaya lebih di akui masyarakat harus mempunyai Sertifikat Asosiasi Bekam, namun tidak mudah untuk mendapatkan sertifikat tersebut harus menjalani beberapa tes.
Sedangkan untuk membuka praktek terapi bekam tambahnya, juga harus mempunyai pegawai untuk membantu menjalankan. “ Tetapi pegawai pun tidak sembarang pegawai, pegawai diberikan pembelajaran lebih mendalam tentang Bekam terlebih dahulu, kemudian diuji apakah sudah layak untuk terapi  ke pasien yang sebenarnya,” jelasnya.(rasyid edho)
Produk dari pelakuUKM perlu pemasaran yang jelas dan lancar



Kalimantanview.com - Pasca ditandatanganinya nota kesepahaman (MoU) antara PT Pos Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dalam memasarkan produk kerajinan unggulan dan Usaha Kecil Menengah (UKM) para pengrajin lokal.
Kedepannya ungkap Ketua Ritel Wilayah IX Banjarbaru Pos Indonesia Akhmad Fauzi, diharapkan para pengrajin produk unggulan dan usaha kecil menengah ini siap-siap memenuhi permintaan pasar yang diperkirakan akan semakin melebar dan membludak.
Dimana nantinya dalam kesepahaman itu,  PT Pos Indonesia lanjutnya, akan membantu mempromosikan dan memasarkan produk kerajinan secara e-Comercial diseluruh tanah air bahkan manca negara.
Penandatangan kesepahaman (Monatorium of Understanding) yang dilaksanakan di sela kegiatan Pembukaan Indonesia Marketeers Festival 2013 di Hotel Rattan In Banjarmasin, baru-baru ini yang dilakukan oleh Wakil Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H Husairi Abdi dan Ketua Ritel Wilayah IX Banjarbaru PT Pos Indonesia Drs Akhmad Fauzi dengan turut disaksikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) HSU Dra Hj Anisah Rasyidah Wahid.
Akhmad Fauzi menjelaskan, tiga program yang nantinya akan dikembangkan dalam kerjasama promosi dan pemasaran produk UKM ini, yakni melalui e-Comersial dengan mencantumkan aneka produk UKM HSU khususnya yang dibawah binaan Dekranasda dalam situs resmi PT Pos Indonesia yang saat ini masih di rekomondasikan untuk disetujui pimpinan PT Pos, yang diberi nama Galeri Pos Indonesia.
Kedepan  juga lanjut ia, akan dikembangkan program Posshope, dimana semua kantor Pos akan memajang produk contoh kerajinan dan UKM. Salah satu Negara yang saat mendukung kerjasama untuk ikut mempromosikan dan memasarkan produk UKM Indonesia di luar negeri adalah Republik Rakyat China (RRC) dengan adanya China Pos yang memajang berbagai produk UKM Indonesia. "Nantinya produk kerajinan HSU nantinya juga dipajang di China pos" ungkapnya.(wahyu/al)


Antrian truk di SPBU Palajau jadi faktor penyebab kemacetan
KALIMANTAN VIEW - Antrian Truck yang "Melangsir" Solar di SPBU Pelajau Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, yang mengular di pinggir jalan raya tersebut disinyalir menjadi biang kemacetan arus lalulintas di tempat itu.

Hiruk pikuk Solar SPBU menjadi pemandangan yang tak asing  disetiap kali pengisian, puluhan Truck kuning ber plat hitam itu berjubel keluar masuk hilir mudik di muara SPBU yang tak berjarak dengan Jalan Raya. Aroma knalpot panas menyeruak di iringi teriakan sang sopir sesekali mengatur giliran masuk ke SPBU. Sementara petugas dan pengawas SPBU hanya bisa melongok dari dalam kaca tempatnya bekerja ditemani sejuknya hembusan AC di ruangannya.
Sebagai aksi "Truck keluar masuk" SPBU ini, lagi lagi adalah  mereka pengguna jalan raya yang merasa hak haknya sebagai warga negara Indonesia untuk menikmati fasilitas umum yang disediakan Negara berupaya jalan umum, menjadi terganggu.
Hal ini seperti tak disadari oleh pelaku pelangsiran, sehingga terjadi selalu berulang ulang setiap waktu. Mungkin, mereka menganggap hal tersebut sesuatu yang wajar, dan harus diterima dengan sabar.
Pengguna jalan, sebut saja Ibrahim warga batulicin yang terang merasa terganggu perjalanannya mengaku harus lebih banyak bersabar jika lewat di Pelajau. Jika tidak bersabar, iapun tak bisa berbuat banyak. "Harus gimana lagi. Jalan raya cuma itu satu satunya. Mau lewat mana lagi. Mereka kalau mau tertib paling kalau habis ada razia, atau ada polisi yang berjaga jaga secara resmi di tempat itu. Kalau tidak,,Macet begini sudah lumrah"ujarnya.
Sementara Gondrong, warga Lapangan Lima Oktober Batulicin, menyikapi maraknya langsiran ini terang terangan menyampaikan ide gilanya kepada wartawan media ini. menurut Gondrong, dari pada pelangsir selalu berjubel di SPBU "Umum" dan mengganggu kenyamanan masyarakat, alangkah lebih baik secara terang terangan dibuatkan saja SPBU "Khusus Langsiran" sehingga para pelangsir tidak berjubel di SPBU-SPBU untuk benar benar masyarakat Umum.
" Baik di selajur akan aja dah. Daripada kisahnya di atur atur. Semua orang gin tahu pada melangsir kadada jua nang dianggap salah. Baik ulahakan situ SPBU Khusus buhan Palangsiran. Katia buhan palangsir semunyaan nang mehibakki di SPBU di Tanah Bumbu ne" ujar Gondrong.
Di pihak lain, pengawas SPBU pelajau, Ami mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk menertibkan pembeli solar yang berjubel menggunakan Truk itu. Menurut Ami, tidak semua pemilik truk yang membeli solar di SPBU adalah pelangsir. Ami hanya bisa berharap, jika para sopir truk lebih tertib lagi saat mengisi solar dan tidak mengganggu mobilisasi transportasi umum di jalan raya. (Fadly)

KALIMANTAN VIEW - Dalam beberapa pekan terakhir persoalan BBM selalu menjadi perbincangan hangat dimasyarakat, juga terhadap lemahnya fungsi pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan pihak Pertamina dalam melihat persoalan ini. Belum lagi terhadap masih adanya para oknum yang dengan sengaja memainkan BBM sehingga itu juga yang menyebabkan kelangkaan BBM didaerah dan itu luput dari pengawasan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.
Untuk sebagian pihak ada dugaan permainan yang dilakukan, dan hal tersebut dilihatkan begitu saja tanpa adanya investigasi kepalangan atau pun menelaah apa yang menjadi keluhan dan permasalahan selama ini. Sama halnya dengan daerah lain, Kabupaten Kotabaru juga mengalami hal demikian, kelangkaan BBM membuat sebagian besar masyarakat harus melakukan berbagai cara, misalnya saja adalah melakukan demo di gedung DPRD  atau meminta hearing dengan tegas dan lain sebagainya, belum lagi kepada pihak Pertamina yang memang menjadi perhatian serius oleh pemerhati langkanya BBM beberapa waktu lalu.

Pengawasan yang baik dari hulu ke hilir menjadi harapan masyarakat dalam menyikapi hal ini dengan serius bukan hanya sebagai tameng saja melainkan dilakukan dengan baik dan benar, setidaknya dengan begitu juga kepada mereka yang mau bermain secara tidak sehat bisa lebih diminimalisirkan atau dihilangkan, walaupun kalau boleh jujur hal tersebut akan sulit untuk diungkap karena memang ada orang-orang kuat tertentu yang memainkannya dibelakang skenario.

Salah satu pengelola SPBU yang berada dikawasan Sungai Taib Kotabaru menyatakan, pihaknya tentu menghendaki adanya kondisi yang kondusif, aman dari segala macam hal yang tidak mereka kehendaki. “Kalau dari pihak kami pastinya kondisi aman menjadi harapan bersama agar semua pihak terutama masyarakat pengguna BBM secara langsung bisa terlayani dengan baik sesuai dengan harapan,” ujar Sahnur pengawas pada SPBU Mitra Cinsan Abadi, saat ditemui oleh Kalimantan View di ruangannya.

Lebih jauh dikatakannya, untuk jatah pada SPBU nya tiap hari bervariasi tidak sama dari hari kehari, kadang hanya mendapatkan jatah 10 ton bahkan bisa juga 20 ton sehari. Ia menyadari kebutuhan akan BBM khususnya di Kotabaru begitu besar itu terlihat dengan setiap harinya kendaraan yang melakukan pengisian sangat begitu banyak. “Dengan kondisi normalnya biasanya pada SPBU ini minyak yang akan terjual kemasyarakat habis pada pukul 16.00 wita, dengan kebutuhan 10 – 20 ton perhari hanya untuk 1 SPBU itu dinilai sangat banyak belum lagi pada SPBU lainnya,” tambahnya.

Sebagaimana hasil kesepakatan yang pernah dirapatkan pada hearing DPRD yakni ada satu kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah dalam melihat kondisi ini khususnya bagi para pelangsir yang mendistribusikan minyaknya ke daerah luar kota yang jauh, 1 pengendara hanya boleh mendapat jatah 2 jerigen saja perharinya kalau misalkan lebih dari itu maka jelas akan melanggar dari ketentuan.

Lain halnya dengan pendapat salah seorang pengamat sosial ekonomi di Kotabaru MN Asikin Ngile, SH mengatakan dengan tegas, bahwa ia menilai untuk pendistribusian BBM di daerah Kotabaru sangat dirasa cukup dengan perhitungan berapa banyak kendaraan bermotor yang mengisi BBM disetiap SPBU dan ada 3 buah didalam kota itu sangat cukup.

Hanya saja yang ia sesalkan adalah karena masih adanya para pengumpul untuk kepentingan pribadi mereka sendiri justru hal tersebut salah satu penyebab langkanya BBM di Kotabaru. Dikatakannya juga, belum lagi permainan BBM yang harusnya keluar dari Depot Pertamina dengan harga subsidi akan tetapi faktanya ada sebagian malah yang menjualnya dengan harga industri dan itu merupakan salah satu bentuk kesalahan yang terus dilakukan.

“Kalau saya secara pribadi melihat ini adalah tidak adanya ketegasan dari pihak aparat penegak hukum untuk melakukan apa yang memang seharusnya dilakukan dengan jalur yang benar, dan juga kepada pihak Pertamina terlebih SPBU dinilai sangat kurang menyikapinya dengan baik sehingga kelangkaan BBM bisa terjadi,” tegasnya.

Ia menghendaki kalau memang persoalan ini disikapi dengan baik, maka semua pihak harusnya bisa saling berkoordinasi dalam melihat secara jelas untuk bisa menjalankan suatu aturan sesuai dengan apa yang menjadi permasalahannya. Bukan hanya pemerintah saja yang dirugikan dalam hal ini, akan tetapi masyarakat yang mendapat kerugian terbesar dengan langkanya BBM sudah dapat dipastikan kebutuhan pokok dan lain sebagainya yang berhubungan akan semakin sulit juga untuk didapat.

“Harusnya memang ada ketegasan yang dilakukan untuk menyikapinya dengan benar, jangan sampai masyarakat yang akan menjadi korban sementara mereka yang sengaja memainkan kondisi ini tenang dan santai-santai saja diluar sana,” tutupnya di akhir perjumpaan. (rahman/amr)

Nilai Ekonomi UKM Ditingkatkan

KALIMANTAN VIEW - Pengembangan nilai ekonomi kerakyatan tentu tak lepas dari peran Pemerintah Daerah dalam mengupayakan dengan baik untuk lebih mensejahterakan masyarakat, hal tersebut tentunya juga didukung oleh kebijakan yang mendukung perbaikan dalam segala sektor khususnya kepada masyarakat yang memulai usahanya dari bawah.
Beberapa diantaranya pasti akan mengacu pada aturan yang dikeluarkan sebagai tolak ukur dimasyarakat. Selain itu juga kepada para pelaku UKM di daerah tentunya akan sangat berharap Pemerintah Daerah juga bisa mensupport dari segi pendanaan, karena tanpa itu usaha rakyat juga akan dirasa begitu sulit. Tingginya nilai tukar rupiah dibursa efek akan mempengaruhi kepada kelas bawah pelaku ekonomi secara tidak langsung.

Dikatakan oleh Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani melalui Bagian Humasnya Febry Sitefu dalam kesempatannya, bahwa kebijakan yang dikeluarkan oleh daerah tentunya akan berpihak kepada pelaku UKM, itu dimaksudkan agar kesejahteraan bisa diperoleh dengan baik. Selain itu juga hal yang paling mendasar adalah bimbingan teknis atau pelatihan kepada masyarakat pelaku ekonomi secara langsung menjadi suatu kebutuhan mengingat masyarakat kita khususnya di Kabupaten Kotabaru dengan segala budaya yang dimiliki harus selalu diarahkan dalam perbaikan yang ujung-ujungnya pada kualitas hidup dipandang dari segi ekonominya.

“Yang jelas dukungan dari Pemerintah Daerah akan sangat apresiasi sekali terhadap UKM yang ada di Kotabaru, dengan begitu harapannya jelas untuk mensejahterakan masyarakat luas, berbagai usaha untuk menuju kearah itu sudah dilakukan dengan baik oleh instansi terkait,” paparnya dengan santai.

Selain itu, disambungnya lagi, dalam beberapa tahun terakhir bahkan jauh-jauh hari bantuan ataupun program peningkatan UKM sudah terealisasi sesuai dengan apa  yang diharapkan bersama, misalnya adalah bantuan yang telah diberikan dalam peningkatan seperti alat perbengkelan, alat press untuk kemasan plastik, belum lagi bantuan lainnya yang diberikan untuk mengupayakan pelaku UKM sendiri lebih memudahkannya dan itu dilakukan setiap tahun.

Menurut data dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Kotabaru per Desember 2012 lalu, tercatat sebanyak 6.627 pelaku UKM yang ada di Kotabaru itupun untuk daerah Kecamatan luar kota masih banyak yang belum terdata, sedangkan pada tahun sebelumnya yakni 2011 tercatat ada sekitar 6.500 UKM yang terdaftar artinya tiap tahun ada peningkatan angka secara persentase perhitungan.

Kesempatan lain, dikatakan oleh Kepala Bidang UKM pada Disperindagkop, Abdul Ishak SE mengatakan bahwa, ia menilai untuk kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Daerah sudah dapat dipastikan berpihak kepada pelaku UKM, yang jelas selama dijalankan dengan baik dan sesuai aturan maka tidak akan ada kendala dalam hal kebijakan.

Hanya saja, sambungnya pula, mengenai kendala yang dihadapi dilapangan khususnya mereka yang bergerak dalam kerajinan tangan khas daerah adalah dari segi pemasarannya, seperti misalkan produk yang akan dikembangkan adalah kerajinan tangan anyaman pandan laut, kerang laut yang bisa diolah menjadi produk tangan apa saja, kerajinan logam yang juga dinilai cukup menjanjikan untuk dikelola dan dikembangkan dengan baik, itu semua menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah setempat untuk bersama-sama memikirkan hal itu.

 “Pernah juga ada salah satu usaha gula aren dan rumput laut, itu sangat begitu sulit dalam mencari pasarannya keluar daerah, kalaupun ada hanya berkutat di seputar skala lokal saja sehingga banyak dari mereka yang gilung tikar dan tentunya itu tidak diharapkan terjadi, juga spesialis gula aren kendala lainnya adalah menurunnya populasi pohon penghasil gula tersebut yang setiap tahunnya selalu berkurang karena memang tidak ada pembudidayaan pohon tersebut,” terangnya kepada Kalimantan View saat ditemui di ruang kerjanya.

 Seperti halnya dengan daerah lain, Kotabaru juga mempunyai beberapa produk andalan yang sudah bisa menembus pasar nasional, seperti kerupuk ikan dan udang, amplang, kerajinan tangan anyaman pandan laut yang bisa diolah menjadi barang pelengkap didalam rumah dan yang lagi dikembangkan sudah menjadi ikon Kotabaru yakni batik Saijaan serta produk lainnya yang juga tak kalah pentingnya untuk lebih ditingkatkan lagi.

 “Sedangkan untuk potensi usaha dibidang kerajinan tangan yang masih terbuka lebar bagi para pelaku UKM adalah kerang laut dan memanfaatkan bahan logam yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Namun disadari untuk mengembangkan itu perlu diadakan pelatihan terlebih dahulu, yang dalam tahun ini direncanakan membawa sebagian masyarakat kedaerah Jawa dan Bali agar bisa mempelajarinya dengan baik dan tentunya harapannya bisa dimanfaatkan didaerah sebagai pengembangan usaha bagi masyarakat, setidaknya juga ada perbaikan kualitas hidup dalam mencapai tujuan baik dilingkungan masyarakat,” jelasnya.

Namun perlu juga disadari bahwa dalam mencapai tingkatan itu ada beberapa kendala yang mesti dihadapi yakni pada pemasaran suatu produk itu sendiri. Diharapkan pelaku UKM bisa membuka link kemana saja sebagai upaya nyata agar hasil kerajinan atau produk yang dihasilkan bisa dijadikan tambahan nilai ekonomis. Untuk itu, pemerintah daerah tentunya dalam melihat hal itu tidak hanya berdiam saja melainkan berbagai upaya dan cara terus dilakukan untuk masyarakat khususnya
mereka pelaku UKM agar kedepan semakin berkembang dan ujung-ujungnya bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru di lingkungan sekitar dan itu akan sangat membantu. (rahman/amr)

PLN Pasang 3.000 Sambungan Baru
KALIMANTAN VIEW - Dalam rangka ikut menyemarakkan HUT Kota Banjarbaru yang ke-14, PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah yang berkedudukan di Kota Banjarbaru, menyelenggarakan program PLN Gawi Sabarataan singkatan dari Sambungan Baru Raih Citra Pelanggan. Melalui program ini sekitar 3.000 sambungan baru di Kota Banjarbaru akan dinyalakan.
Hal ini terungkap dalam apel yang diikuti seluruh jajaran manajemen PLN Kalselteng yang juga langsung dihadiri Walikota Banjarbaru Ruzaidin Noor berserta unsur Muspida dan mitra Asosiasi Kontraktor Kelistrikan dan Lembaga Sertifikasi Laik Operasi, Jum’at pagi.
Manager Bidang Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Kalselteng Sigit Witjaksono menjelaskan, awalnya pelanggan PLN Rayon Banjarbaru baru berjumlah 85.888, namun melalui program PLN Gawi Sabarataan yang akan menyambung 3.000 pelanggan, maka jumlahnya akan dipastikan bertambah menjadi 88.888. "Angka tersebut akan terus bergulir seiring dengan pesatnya pembangunan perumahan di kota Banjarbaru," ujar Sigit.
General Manager PLN Kalselteng Yuddy Setyo Wicaksono mengatakan, program yang digagas dalam rangka hari jadi Kota Banjarbaru tersebut merupakan salah satu gerakan nyata mereka yang akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya calon pelanggan lisrik.
Yuddy berharap, melalui program ini diharapkan PLN dapat turut berperan sebagai salah satu roda penggerak utama sektor perekonomian Kota Banjarbaru yang ke depannya akan mejadi kota yang lebih maju lagi. Yuddy menambahkan, saat ini pihaknya juga mulai mengenalkan berbagai inovasi layanan yang dibuat untuk memberikan manfaat lebih bagi pelanggannya dengan contact center PLN 123 yang memberikan akses tanpa batas secara terpusat bagi pelanggan dan calon pelanggan.
Yuddy berani menjamin bahwa nomor layanan pengaduan tersebut akan selalu aktif, dan bagi yang masyarakat yang mengalami gangguan kelistrikan maka keluhannya akan dilayani kurang ebih 40 orang operator PLN pusat yang bertugas secara bergiliran.
Walikota Banjarbaru Ruzaidin Noor berharap dengan komitment PLN tersebut. "PLN juga harus bisa membuktikan komitment PLN yang kini ebih mudah dan lebih cepat dengan prosedur yang sederhana, pasti dan transparan tersebut," tutup Ruzaidin. (budi/amr)

Instagram